Yayasan tersebut juga menyediakan sarana pendidikan yang memadai. Sehingga anak-anak di Afrika memiliki pengetahuan yang berguna bagi hidupnya.
"Saya tahu secara langsung apa yang diderita banyak anak di negara saya," ujar Andre Onana.
"Di dalam diri saya, saya merasa bahwa saya harus membantu mereka untuk memiliki masa depan yang lebih baik," tambahnya.
Andre Onana mengawali kariernya sebagai pemain sepakbola pada 2010 bersama Akademi Barcelona. Lima tahun tahun kemudian ia mendapat panggilan memperkuat Ajax sebagai kiper andalan.
Pemain berusia 27 tahun itu juga sempat membela Inter Milan. Setelah itu barulah Onana menandatangani kontrak selama tiga tahun dengan biaya 55 juta euro (Rp 922 miliar).
Demikian kisah Andre Onana, pemain dermawan bantu jaringan listrik di kampung halaman sang ibunda di Afrika.
(Nanda Aria)