IDE taktik paling konyol, paling jenius, dan sekaligus paling gila yang pernah dipakai Shin Tae-yong di Timnas Indonesia akan diulas Okezone di artikel ini. Sebagai pelatih kelas dunia yang tengah menangani sepakbola di negara berperingkat rendah, tak jarang Shin Tae-yong akan menggunakan taktik konyol agar Timnas Indonesia dapat mengalahkan lawannya.
Salah satu momen paling jelas terjadi pada babak kedua pertandingan Timnas Indonesia menghadapi Argentina pada FIFA Matchday Juni 2023 lalu.
Seperti yang diketahui, Timnas Indonesia kesulitan untuk menyerang pertahanan Argentina kala itu. Bahkan, untuk bisa mempertahankan penguasaan bola saja sangatlah sulit.
Namun, semua berubah saat Shin Tae-yong melakukan perubahan taktik di babak kedua dengan memanfaatkan sumber daya yang dipunya. Pelatih asal Korea Selatan itu mengandalkan sisi samping untuk menyerang dengan harapan para pemain Argentina akan membuat bola keluar di sisi lapangan.
Saat terjadi lemparan ke dalam seperti ini, barulah Skuad Garuda mengeluarkan senjata andalannya, yakni lemparan Pratama Arhan.
Meski terlihat konyol, taktik ini terbukti jenius. Dengan mengandalkan postur menjulang Elkan Baggot, lemparan Arhan ini sempat membuat pertahanan Argentina ketar-ketir.
Namun ini bukanlah satu-satunya momen Shin Tae-yong menggunakan taktik yang konyol sekaligus jenius. Selain pertandingan ini, setidaknya sudah empat kali Shin Tae-yong melakukannya.
Indonesia vs Nepal
Pada pertandingan terakhir kualifikasi Piala Asia melawan Nepal, Sin Tae-yong mengendus kebiasaan Nepal yang tidak pernah langsung mengangkat bola setelah kick off. Hal ini kemudian disiasati Shin Tae-yong dengan cara melakukan pressing ketat tepat setelah kick off.
Dengan begitu, skuat garuda akan dapat merebut bola secepat mungkin. Apabila berhasil, maka Indonesia dapat dengan lebih mudah melakukan tusukan ke Nepal yang tengah dalam posisi menyerang. Nyatanya, taktik ini terbukti ampuh untuk menambah dua gol Timnas Indonesia.
Indonesia vs Kuwait
Taktik gila Shin Tae-yong juga terlihat saat Indonesia menghadapi Kuwait. Pada laga ini, Shin Tae-yong melakukan set piece kick off cepat dengan memanfaatkan tingginya pertahanan lawan dan kecepatan pemain Indonesia.
Percobaan ini pun sempat berhasil setelah umpan jauh Marc Klok jatuh di kaki Rachmat Irianto yang kemudian dilanggar. Berkat hal ini, Indonesia mendapat hadiah penalti yang berujung gol.
Selain itu, Shin Tae-yong melakukan taktik gila lain dengan memanfaatkan winger Indonesia untuk menarik fullback lawan. Di sisi lain, kedua wingback Indonesia disuruh naik lebih tinggi menempati posisi yang ditinggalkan oleh full back lawan.
Puncaknya, taktik ini berhasil saat Rachmat Irianto mencetak gol berkat posisinya yang bebas tanpa kawalan.
Indonesia vs Burundi
Pada laga persahabatan melawan Burundi, Shin Tae-yong melakukan taktik overload dimana ada sekitar lima pemain Indonesia yang akan menghuni salah satu sisi lapangan.
Kemudian pada sisi lainnya, ada dua pemain yang bebas bergerak. Dengan begitu, saat kelima pemain ini berhasil melakukan tusukan, maka kedua pemain yang bebas ini dapat dengan mudah menyambut umpan yang akan diberikan.
Indonesia vs Myanmar
Pada pertandingan menghadapi Myanmar di SEA Games 2021, Shin Tae-yong memasang 5 pemain Indonesia dengan kemampuan dribbling 1 vs 1 yang mumpuni. Dengan hal ini, Indonesia akan melakukan pressing ketat untuk segera merebut bola.
Setelah mendapatkan bola, Indonesia nantinya akan dapat melakukan serangan balik cepat yang sangat mematikan. Terlebih dalam hal jumlah, nantinya Indonesia juga akan berhadapan 5 vs 5 di pertahanan Myanmar.
Selain itu, Shin Tae-yong juga merancang set piece yang unik untuk menghadapi sepak pojok. Dalam hal ini, Shin Tae-yong memasang 3 pemain dengan postur tinggi di tiang dekat. Di sisi lain, Shin Tae-yong juga memasang dua pemain lain untuk di tiang jauh.
Saat melakukan sepak pojok, nantinya Marc Klok akan mengincar tiang dekat. Para pemain tinggi ini nantinya akan berduel dengan para pemain Myanmar.
Pada akhirnya, duel tersebut nantinya akan menghasilkan bola muntah yang akan siap disambut oleh para pemain yang bersiap di tiang jauh.
Itulah ide taktik paling konyol, paling jenius, dan sekaligus paling gila yang pernah dipakai Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)