“Awalnya saya agak kaget karena semua orang tahu penghasilan di JDT bagus dan setelah mengalami cedera saya kehilangan penghasilan dan tidak bisa berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Usai pensiun, sebuah kejadian yang mengubah hidupnya pun terjadi. Asraruddin berjumpa dengan kawannya yang mengelola sebuah biro perjalanan untuk menjadi rekan bisnisnya di Mekkah. Dari sanalah, impian Asraruddin menetap di Arab Saudi pun terwujud.
“Karena saya tertarik untuk menjadi 'sleeping partner' bisnis di biro perjalanan, saya baru pertama kali datang ke Makkah dan tinggal selama kurang lebih sebulan. Kemudian untuk kedua kalinya saya tinggal lebih lama, berpuasa dan merayakan Idul Fitri karena sangat menyenangkan berada di sini,” sambung Asraruddin.
“Saya sempat bertemu dengan warga Malaysia yang tinggal di Bukit Ajyad dan mereka membantu saya menyewa rumah di sini,” ujarnya.
Kini, keluarga Asraruddin sudah menetap di Mekkah. Bahkan istrinya bekerja sebagai perawat di rumah sakit King Abdulaziz yang berada di Jeddah. Asraruddin sendiri memang dikenal sebagai muslim yang taat sejak masih bermain sebagai pesepakbola profesional.
(Rivan Nasri Rachman)