JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia, Dito Ariotedjo baru saja melakukan serah terima jabatan hari ini, Selasa (4/4/2023) siang WIB. Meski baru mengambil pekerjaan tersebut, Dito sudah mendapatkan tantangan berat karena disodorkan ide untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.
Seperti diketahui, Piala Dunia U-17 2023 sedianya berlangsung di Peru pada 10 November hingga 2 Desember mendatang. Namun, pada awal April ini FIFA telah mencabut status tuan rumah Peru untuk penyelenggaraan turnamen sepakbola U-27 terakbar di dunia tersebut.
Peru dianggap tidak mampu memenuhi komitmen mereka untuk melengkapi infrastruktur yang dibutuhkan untuk menggelar Piala Dunai U-17 2023. Alhasil, negara Amerika Selatan itu batal menyelenggarakan turnamen tersebut.
Momentum tersebut lantas membuat banyak pihak mendorong Indonesia mengambil alih status tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Turnamen itu dirasa akan mampu mengobati rasa sakit hati usai Indonesia batal menggelar Piala Dunia U-20 2023.
Apalagi, Piala Dunia U-17 2023 dipastikan tak ada Israel. Sebab alasan Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 karena adanya polemik penolakan Timnas Israel U-20 bermain di Tanah Air.
Lantas apakah menjadi Piala Dunia U-17 2023 akan menjadi solusi terbaik? Menpora Dito pun menanggapi persoalan tersebut, namun ia masih menunggu kabar dari hasil pertemuan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dengan FIFA di Kantor Pusat FIFA di Zurich, Swiss. Sebab, dirinya enggan untuk melangkahi PSSI.
“Itu nanti lebih baik kita tunggu dulu hasil pertemuan PSSI dengan FIFA. Saya enggak mau ngelangkahin,” kata Dito kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Kantor Kemenpora usai melakukan sertijab Menpora dengan Plt Menpora, Muhadjir Effendy, Selasa (4/4/2023).
Bila melihat pernyataan Dito yang tak menutup peluang tersebut, maka ada harapan Piala Dunia U-17 2023 dipindahkan ke Indonesia. Meski berpindah tempat, turnamen tersebut akan tetap digelar seperti yang sudah dijadwalkan yakni pada 10 November hingga 2 Desember mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)