RIYADH – Klub asal Arab Saudi, Al Hilal tampaknya tidak mau kalah dengan Al Nassr yang berhasil memboyong Cristiano Ronaldo. Kabar terbaru, Al Hilal juga tertarik mendatangkan pemain bintang, yakni Lionel Messi ke Liga Arab Saudi.
Bahkan demi bisa membawa Messi, Al Hilal telah menyiapkan gaji yang amat fantastis, yakni sebesar 272 juta euro atau sekira Rp4,5 triliun per tahunnya. Jika itu benar terjadi, maka status pesepakbola dengan bayaran termahal yang kini dipegang Ronaldo akan segera diambil oleh Messi.
Tentunya kehadiran Messi juga akan semakin memanaskan Liga Arab Saudi. Pasalnya dengan begitu Messi dan Ronaldo akan kembali bersaing seperti saat kedua pemain ada di Liga Spanyol bersama Barcelona dan Real Madrid.
Peluang Al Hilal merekrut Messi pun terbilang besar. Selain karena kontrak Messi bersama Paris Saint-Germain (PSG) akan segera berakhir pada Juni 2023, menurut laporan dari Sportbible, Jumat (13/1/2023), La Pulga juga memiliki hubungan yang baik dengan pihak Arab Saudi.
Perlu diketahui, Messi saat ini adalah duta pariwisata Arab Saudi. Bahkan ada Messi di situs wisata Arab Saudi yakni Visit Saudi.
“Lionel Messi ingin Anda melepaskan pencari emosi batin Anda dan menemukan yang tak terbayangkan. Apakah Anda bepergian untuk menemukan hal-hal baru atau hal-hal lama,” bunyi keterangan di laman Visit Saudi yang membahas Messi, Jumat (13/1/2023).
Dengan fakta bahwa Messi memiliki kedekatan dengan Arab Saudi, maka pemerintah negara tersebut dinilai akan ikut membantu upaya Al Hilal dalam mendatangkan megabintang PSG tersebut. Toh negara Arab Saudi juga akan sangat diuntungkan jika Messi dan Ronaldo bisa bermain secara bersamaan.
Menarik tentunya melihat apakah Messi benar-benar akan tertarik atau tidak bermain di Liga Arab Saudi. Mengingat semua trofi sudah pernah diraih Messi selama di Eropa, maka pindah ke Liga Arab Saudi di usia-usia menjelang pensiun tentu bukanlah pilihan yang buruk.
Apalagi Messi akan mendapatkan bayaran yang sangat fantastis yakni Rp4,5 triliun. Ronaldo saja saat ini mendapatkan gaji sebesar Rp3,3 triliun per tahunnya.
(Rivan Nasri Rachman)