"Ada arah perubahan dalam diri suporter kita, perubahan itu harus nyata dalam bentuk ketika mendukung timnas kita tertib dan tidak anarkis," ucapnya
"Kita bisa fanatis mendukung timnas kita, tapi tidak terjebak ke anarkis apalagi menjadi “teroris” di stadion kebanggaan kita sendiri," sambungnya.
Ia melanjutkan, sebagai suporter seharusnya menjadi pemain ke-12 saat pertandingan berlangsung. Kontribusi pemain ke-12 menurutnya dengan memberikan semangat yang tak kenal lelah sehingga memberikan tekanan kepada tim lawan.
"Buatlah lawan bergetar dan teror dengan dukungan 90 menit, namun tidak dengan teror anarkis," katanya.
(Reinaldy Darius)