Setelah Qatar berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, Arab Saudi tentunya tak mau kalah. Negara yang dipimpin Muhammad bin Salman Al-Saud ini berencana untuk ikut andil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Yunani dan Mesir sebagai perwakilan Asia, Afrika, dan Eropa.
Di lain sisi, Portugal juga memiliki rencana yang sama dengan menggandeng Spanyol dan Ukraina. Bahkan, Portugal telah merencanakan hal tersebut sejak 2019, jauh sebelum Al Nassr meminang Cristiano Ronaldo.
Karena itulah, jika pemain berusia 37 tahun ini menandatangani kontrak dengan Al Nassr maka ia akan bersaing dengan negaranya sendiri dan akan menjadi public enemy masyarakat Portugal. Mengenai hal tersebut, Al Nassr rupanya memahami situasi Cristiano Ronaldo.
"Kami adalah pengagum berat dan kami, seperti klub mana pun, ingin mengontraknya tetapi memahami fokusnya sekarang hanya pada Piala Dunia," ujar salah satu perwakilan Al Nassr dilansir dari BBC.
Demikian pembahasan mengenai alasan kenapa Cristiano Ronaldo bakal disebut pengkhianat Portugal jika terima tawaran klub Arab Saudi.
(Dimas Khaidar)