KEPUTUSAN Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) terkait pembatasan suporter yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno saat Piala AFF 2022 mendapat sorotan media Vietnam. Dalam laporannya The Thao 247, menyebut hal tersebut cukup membingungkan para penonton yang ingin nonton langsung ke stadion.
TheThao 247 juga menilai, kebijakan itu sama saja menahan diri untuk mendukung tim tercintanya secara penuh. Meski demikian, The Thao 247 coba memaklumi alasan utama PSSI membuat kebijakan tersebut.
Seperti diketahui setelah menimbulkan pertanyaan dalam waktu lama, akhirnya PSSI mengizinkan laga kandang skuad Garuda di Piala AFF 2022 boleh dihadiri penonton. Timnas Indonesia pun bakal menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai home base selama Piala AFF 2022.
Sementara itu, skuad asuhan Shin Tae-yong tergabung di Grup A bersama Thailand, Kamboja, Filipina, dan Brunei Darussalam. Adapun laga yang digelar di kandang adalah melawan Kamboja (23 Desember) dan Thailand (29 Desember).
Media Vietnam pun menyoroti kapasitas SUGBK yang bisa menampung 80.000 penonton. Namun, keputusan PSSI hanya mengeluarkan 30.000 tiket pertandingan Indonesia vs Kamboja dan 50.000 tiket pertandingan Indonesia vs Thailand.
Menurut The Thao 247, keputusan itu membingungkan dan justru sangat disayangkan. Sebab mereka juga tahu betapa besarnya kekuatan dukungan para penggemar Indonesia untuk tim kebanggaan.
"Meski butuh dukungan penonton di Piala AFF 2022, Federasi Sepakbola Indonesia membuat keputusan yang sangat membingungkan,” tulis The Thao 247 itu dikutip Selasa (20/12/2022).
“Di Piala AFF 2022, Indonesia berada di Grup A bersama Thailand, Kamboja, Brunei, dan Filipina. Ini adalah grup yang relatif sulit bagi mereka. Namun Indonesia memiliki keunggulan saat bertemu lawan terkuat, Thailand dan Kamboja di kandang sendiri,” lanjutnya.
“Diperkirakan bahwa pelatih Shin Tae-yong dan para pemain akan memanfaatkan sepenuhnya kekuatan pendukung, tetapi mereka (federasi) melakukan yang sebaliknya,” tambah The Thao 247 dalam laporannya.
Akan tetapi, media Vietnam itu cukup maklum dengan keputusan yang diambil PSSI. Sebab Indonesia masih mengkhawatirkan masalah keamanan pasca tragedi Kanjuruhan yang terjadi 1 Oktober 2022.
(Hakiki Tertiari )