“Karakter daerah memang sempat disampaikan oleh psikolog kepada saya, tetapi sebetulnya bukan hanya karakter daerah, golongan darah seorang pemain juga menentukan posisi seorang pemain sepakbola,” kata Indra Sjafri pada acara tersebut.
“Itu kenapa saya pindahkan Asnawi dari posisi nomor enam atau gelandang bertahan menjadi bek kanan, sebab saya banyak dapat informasi itu baik asal daerah, golongan darah dan sidik jari,” terangnya.
Tak dipungkiri, sains olahraga sudah masuk ke ranah sepakbola nasional. Sebab jika tidak mengikuti tren sepakbola modern, sepakbola Indonesia akan jauh lebih tertinggal lagi dari dunia.
Hal itu lah yang digalakkan Indra Sjafri sejak masih mengasuh Timnas Indonesia U-19. Dirinya mendengar saran psikolog olahraga untuk perkembangan seorang pemain.
Hasilnya pun bisa dilihat, Asnawi Mangkualam tampil moncer di Liga Korea Selatan, bersama Ansan Greeners. Pemain 23 tahun itu juga sulit tergantikan di pos bek kanan Timnas Indonesia.
(Hakiki Tertiari )