Cerita Indra Sjafri soal Pengaruh Sains Olahraga dalam Karier Asnawi Mangkualam

Ilham Sigit Pratama, Jurnalis
Sabtu 17 Desember 2022 15:24 WIB
Indra Sjafri beberkan cerita sains olahraga dalam karier Asnawi Mangkualam (Foto: PSSI)
Share :

DIREKTUR Teknik Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI), Indra Sjafri mengungkap cerita di balik pengaruh sains olahraga dalam karier Asnawi Mangkualam. Ia mengatakan bahwa pemindahan posisi Asnawi Mangkualam dari gelandang bertahan menjadi bek sayap kanan, ada andil sains olahraga di dalamnya.

Sains olahraga yang dimaksud itu di antaranya sidik jari dan golongan darah. Kedua hal itu, turut berpengaruh penentuan posisi seorang pemain.

Hal itu diungkap Indra Sjafri kala menjalani dengar pendapat dengan para jurnalis dalam acara Workshop Upgrade Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) yang bertempat di Hotel Mercure, Jakarta pada Jumat 16 Desember 2022. Dalam kesempatan itu, Indra Sjafri mendapat saran mengenai pengaruh latar belakang kedaerahan pada posisi suatu pemain.

Dengan kata lain, daerah asal seorang pemain turut mempengaruhi posisi dan karakter bermain. Ia pun mengambil contoh pemain asal Makassar yang kebanyakan berposisi di lini belakang.

Indra Sjafri kemudian membeberkan bahwa selain daerah asal, sidik jari dan golongan darah juga berpengaruh pada penempatan posisi seorang pemain. Indra Sjafri mencontohkan kasus perubahan Asnawi Mangkualam ketika masih membela Timnas Indonesia U-19.

Pemain Ansan Greener situ awalnya merupakan gelandang bertahan, yang menjadi bek sayap. Menurutnya, hal itu turut didasarkan pula pada golongan darah dan sidik jari.

“Karakter daerah memang sempat disampaikan oleh psikolog kepada saya, tetapi sebetulnya bukan hanya karakter daerah, golongan darah seorang pemain juga menentukan posisi seorang pemain sepakbola,” kata Indra Sjafri pada acara tersebut.

“Itu kenapa saya pindahkan Asnawi dari posisi nomor enam atau gelandang bertahan menjadi bek kanan, sebab saya banyak dapat informasi itu baik asal daerah, golongan darah dan sidik jari,” terangnya.

Tak dipungkiri, sains olahraga sudah masuk ke ranah sepakbola nasional. Sebab jika tidak mengikuti tren sepakbola modern, sepakbola Indonesia akan jauh lebih tertinggal lagi dari dunia.

Hal itu lah yang digalakkan Indra Sjafri sejak masih mengasuh Timnas Indonesia U-19. Dirinya mendengar saran psikolog olahraga untuk perkembangan seorang pemain.

Hasilnya pun bisa dilihat, Asnawi Mangkualam tampil moncer di Liga Korea Selatan, bersama Ansan Greeners. Pemain 23 tahun itu juga sulit tergantikan di pos bek kanan Timnas Indonesia.

(Hakiki Tertiari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya