DOHA – Ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang ternyata sedang menimba ilmu sepakbola di akademi sepakbola Qatar. Pesepakbola Indonesia yang masuk ke dalam radar pemandu bakat Qatar itu bernama Hudzaifah Sufyan.
Remaja 13 tahun ini lahir di Qatar dari ibunya bernama Reni Nuraini dan sang ayah Cecep Sopyan yang berasal dari Jawa Barat. Dia sukses menembus Aspire Academy, sebuah akademi sepakbola yang dibiayai pemerintah Qatar untuk membentuk pemain-pemain hebat yang nantinya akan memperkuat Timnas Qatar.
Bila diingat, pemain Indonesia, Abdurrahman Iwan, juga pernah menimba ilmu di akademi tersebut sebelum akhirnya dipanggil masuk Timnas Qatar U-17.
Tak mudah untuk masuk akademi ini. Sang pemain harus melewati seleksi yang sangat ketat untuk bisa menembusnya.
Sehingga para pemain yang masuk akademi tersebut tak sembarangan. Setelah masuk setiap pemain juga masih harus melalui penilaian ketat dengan sistem promosi dan degradasi.
Hudzaifah mulai berlatih sepakbola dengan ayahnya sebelum direkrut klub sepakbola Al-Arabi di usia 6 tahun. Lalu pada usia 8 tahun, dia pindah ke Al-Duhail.
Awalnya Hudzaifah bermain sebagai striker. Namun, karena melakukan kesalahan dia mendapat hukuman untuk main sebagai bek sayap.
Uniknya, dari hukuman itulah justru terlihat bahwa Hudzaifah lebih potensial bermain di posisi tersebut yang akhirnya terus dipertahankan sampai sekarang.
“Di posisi bek itu justru saya beberapa kali terpilih sebagai pemain terbaik dan Aspire Academy melihat dan tertarik merekrut saya,” ujar Hudzaifah kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (8/12/2022).
Hudzaifah bercerita, di Aspire Academy dirinya digenjot latihan fisik yang sangat intens. Selain latihan di lapangan, dia juga mendapatkan ilmu pemahaman taktik di kelas.
“Di kelas, saya diajarkan tentang taktik dan cara bermain bersama tim,” tutur Hudzaifah.
Saat ini, Hudzaifah masuk tim U-14 Aspire Academy. Dalam beberapa tahun ke depan, pemain potensial ini bukan tak mungkin akan kembali dipanggil Timnas Qatar kelompok umur.
Masih belum lekang dalam ingatan bagaimana anak Indonesia bernama Abdurrahman Iwan yang tak masuk radar PSSI. Imbasnya, PSSI kalah cepat dengan Timnas Qatar U-17 yang memanggilnya.
Ironisnya, di waktu bersamaan, Abdurrahman Iwan berhasil membawa Qatar lolos Piala Asia U-17, sementara Timnas Indonesia U-17 asuhan Bima Sakti gagal melaju.
(Rivan Nasri Rachman)