Di lain hal, hadiah uang atau bonus yang didapat pemenang dan runner-up Piala AFF 2018 dan 2020 nilainya jauh lebih besar, ketimbang edisi sebelumnya. Dilansir dari laman ASEAN Football, saat Piala AFF 2016, hadiah uang yang disediakan adalah USD200 ribu atau Rp3,08 miliar. Hadiah tersebut berhak diboyong oleh Thailand.
Sedangkan Timnas Indonesia yang jadi runner-up mendapat hadiah USD75 ribu atau Rp1,1 miliar. Tim atau negara yang hanya sampai di tahap semifinal, akan mendapatkan uang masing-masing USD50 ribu atau Rp771,4 juta.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia memberikan apresiasi yang luar biasa kepada pemain Timans Indonesia di Piala AFF 2016. Ketika iti, Presiden Joko Widodo memberikan bonus sebesar Rp200 juta untuk setiap pemain.
Kemudian, jika ditarik undur lagi di Piala AFF 2014, pemenang dan runner-up juga mendapat hadiah yang sama dengan Piala AFF 2016. Timans Thailand berhak membawa pulang trofi beserta uang Rp3,08 miliar sebagai juara pertama.
Malaysia yang jadi runner-up mendapat hadiah sekira Rp1,1 miliar. Sementara itu, bonus sebenarnya sudah siap menanti timnas Indonesia apabila berhasil lolos ke babak semifinal.
Bonus tersebut berupa unit motor dan mobil yang diberikan oleh Suzuki, yang merupakan sponsor utama Piala AFF 2014. Sayangnya, hal tersebut tidak berhasil didapat usai Timnas Indonesia gagal lolos ke babak semifinal karena finis di peringkat tiga Grup A.
Tak jauh beda, pemenang Piala AFF 2012 juga mendapatkan hadiah uang dengan nominal sama seperti di tahun 2014. Sementara di Piala AFF 2010, hadiah uang yang diberikan kala itu sebesar USD100 ribu atau Rp1,5 miliar untuk juara pertama dan runner-up mendapatkan USD50 ribu atau Rp771,4 juta.
Saat itu, Timnas Indonesia berhak atas hadiah senilai Rp771,4 juta. Di sisi lain, pemerintah Indonesia sudah menjanjikan bonus sebesar Rp5,5 miliar bagi para pemain. Sayangya, hal itu tak dapat diraih, karena skuad Garuda kalah di final Piala AFF 2010 dari Malaysia.
(Hakiki Tertiari )