BINTANG Timnas Polandia, Robert Lewandowski membandingkan Piala Dunia 2022 dengan edisi sebelumnya pada 2018 lalu. Penyerang Barcelona itu mengaku tak ada masalah dengan cuaca panas di Qatar, justru ia merasa tak nyaman dengan udara dingin di Rusia.
Sebagaimana diketahui, semenjak Qatar dipilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 2010 lalu, cuaca menjadi salah satu masalah utama yang diperdebatkan para pemain. Sebab, negara yang berada di Timur Tengah itu memiliki suhu panas yang cukup ekstrem apalagi ketika di pertengahan tahun.
Oleh karena itu, FIFA akhirnya memutuskan untuk menggelar turnamen empat tahunan tersebut pada musim dingin Eropa pada edisi 2022 ini alias pada November-Desember. Hal itu ditujukan agar suhunya tak terlalu panas sehingga para pemain yang mentas, terutama dari negara-negara bersuhu dingin, bisa tetap nyaman.
Faktanya, para pemain yang sudah tiba di Qatar dan menjalani sesi latihan tetap kepanasan dengan cuaca di sana yang rata-rata berada di angka 26°c pada November 2022 ini, terutama mereka yang berasal dari Benua Biru. Salah satunya adalah para penggawa Timnas Inggris yang bercucuran keringat hingga menggunakan pendingin di lapangan untuk mengatasi cuaca panas tersebut.
Akan tetapi, Lewandowski justru senang dengan cuaca panas di Ibu Kota Qatar, Doha, karena dia sudah terbiasa liburan ke sana. Menurutnya, edisi Piala Dunia 2018 yang diselimuti udara dingin Rusia justru membuatnya tidak nyaman.
“Saya sudah sering ke Doha sebelumnya, saya tahu seperti apa cuacanya. Lebih mudah dan menyenangkan bagi saya ketika saya datang ke sini,” kata Robert Lewandowski dilansir dari Gulf Times, Sabtu (19/11/2022).