MANCHESTER – Pemain Manchester United, Diogo Dalot melakukan selebrasi unik saat sukses menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-0 yang diraih Setan merah atas Sheriff Tiraspol di matchday kelima Gruo E Ligaa Eropa 2022-2023. Ternyata memegang nadi leher merupakan selebrasi yang sudah Dalot persiapkan usai terinspirasi bermain kartu UNO bersama rekan-rekan setimnya di Tim Nasional (Timnas) Portugal.
Dalam pertandingan yang berlangsung pada Jumat (28/10/2022) dini hari WIB di Old Trafford itu, Dalot membuka papan skor untuk Setan Merah pada menit 44. Dia menjebol gawang klub Liga Moldova itu dengan tandukannya yang menyambar sepak pojok Christian Eriksen.
Setelah mencetak gol, pemain berusia 23 tahun itu melakukan selebrasi yang tidak biasa. Dia berlari ke pinggir lapangan dan melompat sambil memegang lehernya dengan kedua jarinya.
Mantan bek FC Porto itu pun membeberkan bahwa selebrasi itu meniru gestur memeriksa nadi yang berkaitan dengan kebiasaannya saat bermain kartu UNO dengan rekannya di Timnas Portugal. Menurutnya, gaya itu orisinil dibuat olehnya dan dia bakal melakukannya lagi jika mencetak gol.
"Ah ya itu 'periksa nadi'! Itu hal yang lucu,” kata Dalot dilansir dari laman resmi Man United, Jumat (28/10/2022).
“Saya memiliki beberapa teman di tim nasional dan kami bermain Uno. Lalu, ketika kami meletakkan kartu +4, semua orang seperti ini (menunjuk ke leher) karena kami tidak memiliki kartu +4 lagi,” tambahnya.
“Ini selebrasi yang orisinal, bukan sesuatu yang pernah saya lihat sebelumnya dan itu bagus! Saya pasti akan melakukannya lagi!" tuturnya.
Sebagai informasi, gol ke gawang Sheriff tersebut merupakan gol kedua yang dicetaknya untuk Pasukan Manchester Merah. Gol pertamanya sendiri terjadi pada Januari 2020 lalu saat Harry Maguire dan kolega membantai Tranmere Rovers 6-0.
Kemudian, kala dipinjamkan ke AC Milan dua musim lalu, Dalot menyumbang dua gol untuk juara bertahan Liga Italia itu. Lalu, dia baru-baru ini juga membukukan namanya di papan skor dua kali ketika Portugal menghajar Republik Ceko September lalu.
(Rivan Nasri Rachman)