“Saya pikir ini adalah ekspresi kemarahan, sangat tidak bertanggung jawab dari seorang anggota AFF. Hasil turnamen pemuda tidak mencerminkan apa yang terjadi dalam kehidupan sepakbola di Asia Tenggara. Mungkinkah generasi U-19 yang banyak diinvestasikan oleh Indonesia juga, mempersiapkan diri untuk Piala Dunia U2-0, dan bersiap untuk menjatuhkan Tuan Shin Tae-yong. Tetapi, kisah profesional mereka juga tidak cukup baik,” kata Quang Tung, dikutip dari Soha vn, Jumat (22/7/2022).
“Hasil eliminasi mereka relatif acak. Merekalah yang memilih jalan itu (bergantung pada hasil pertandingan lain untuk lolos). Itu adalah kecerobohan mereka dalam persiapan, kurangnya perhitungan. Adalah normal bagi dua tim kuat untuk bermain imbang yang menyebabkan tim kuat lainnya tersingkir. Tidak ada bukti sama sekali (terjadi sepakbola gajah),” tuturnya.
“Salah Indonesia tidak bisa menang semua, kalau berujung diskualifikasi, haruskah menanggungnya? Jika Vietnam U19 juga terjerumus ke dalam situasi itu, apakah Indonesia akan bereaksi seperti itu?” sambung Quang Tung.
“Adapun permintaan Indonesia untuk keluar dari AFF, pada kenyataannya di dunia terkadang ada situasi serupa. Tapi, itu untuk alasan yang berbeda dari perilaku beradab, bertanggung jawab kepada masyarakat, untuk organisasi tempat kita berpartisipasi. Tapi, jangan selalu menendang kalau suka, kalau tidak suka, ya, ngambek, tinggalkan tempat lain, tidak bisa seperti itu,” pungkasnya.
(Andika Pratama)