4. Claudio Reyna dan Giovanni Reyna
Di urutan keempat, ada ayah dan anak kebangsaan Amerika Serikat, yaitu Claudio Reyna dan Giovanni Reyna. Sama-sama bermain sebagai gelandang tengah, keduanya cukup moncer dalam berkarier sepakbola di luar Amerika Serikat.
Sang ayah, Claudio Reyna berhasil menyabet dua trofi Liga Skotlandia (1999 dan 2000), serta satu Piala Skkotlandia (2000) bersama Glasgow Rangers. Begitu pun dengan Giovanni Reyna. Di usianya yang belum genap 20 tahun, ia sudah diboyong Borussia Dortmund pada 2019 silam.
Di Dortmund, ia sukses menjadi juara Piala Liga Jerman musim 2020-2021. Sementara itu Giovanni Reyna juga memberikan satu trofi Liga Negara Concacaf untuk Amerika Serikat pada 2019-2020.
3. George Weah dan Timothy Weah
Tumbuh besar di Amerika Serikat, Timothy Weah memutuskan pindah ke Prancis pada 2014. Ia mendapat kesempatan bermain untuk akademi Paris Saint-Germain (PSG), sebelum menandatangani kontrak dengan tim utama tiga tahun kemudian.
Sulit mendapat tempat utama, Timothy Weah akhirnya dibuang ke LOSC Lille pada 2019 silam. Bersama LOSC Lille, ia berhasil menjadi juara Liga Prancis pada 2020-2021. Kemudian ia juga sukses menjadi juara Piala Super Prancis pada 2021-2022. Meski pun di PSG ia juga tercatat dua kali menjadi juara Liga Prancis dan satu Piala Super Prancis.
Karier tersebut berbeda dari sang ayah, George Weah. Nama George Weah mencuat bersama AC Milan, hingga berhasil memboyong dua kali Liga Italia. Ia juga tercatat pernah menjadi peraih Ballon dOr pada 1995.
2. Patrick Kluivert dan Justin Kluivert
Ayah dan anak satu ini lebih terlihat seperti adik dan kakak. Ya, karena secara perawakan begitu mirip satu sama lain. Bukan hanya secara fisik, melihat trek karier keduanya, juga sama-sama memulai sepakbola dari akademi Ajax Amsterdam. Bedanya, Justin lebih bermain di posisi sayap. Sementara, Patrick Kluivert merupakan penyerang tengah murni yang haus gol.
Satu hal yang bikin unik adalah keduanya langsung memutuskan berkarier di Italia setelah dilepas Ajax Amsterdam. Patrick Kluivert melancong ke AC Milan, sementara Justin Kluivert ke AS Roma.
Hanya saja, Justin Kluivert masih perlu banyak jam terbang, sehingga lebih sering dipinjamkan oleh AS Roma. Sangat menarik melihat kiprah Justin bisa mentereng seperti ayahnya, Patrick Kluivert.