MANCHESTER - Legenda Manchester United, Paul Scholes merasa prihatin melihat performa Setan Merah yang kian menurun. Ia pun merasa penyebab buruknya penampilan itu karena masalahnya ada di diri sang pelatih Ralf Rangnick, yang dianggap Scholes tak cocok jadi pelatih Man United.
Perkataan Scholes itu merupakan buntut hasil mengecewakan The Red Devils –julukan Manchester United– saat ditahan Southampton pada Sabtu 12 Februari 2022. Cristiano Ronaldo dan kolega hanya mampu bermain imbang dengan skor 1-1 di markas sendiri, Old Trafford.
Atas rentetan hasil yang kurang memuaskan, Scholes menilai bahwa mantan klubnya itu salah mengambil keputusan usai mendepak Ole Gunnar Solskjaer. Ia merasa Rangnick bukanlah pria yang tepat untuk mengisi kekosongan yang harus ditambal Man United di kursi kepelatihan.
Pasalnya, pelatih kenamaan asal Jerman itu dirasa Scholes lebih cocok menyandang status sebagai direktur olahraga, bukan pelatih. Baginya meracik strategi di atas lapangan bukanlah keahlian pria berusia 63 tahun tersebut.
"Rangnick adalah direktur olahraga, bukan pelatih," kata Scholes dikutip dari Marca, Senin (14/2/2022).
Karena itulah Scholes menyarankan manajemen Setan Merah untuk mencari calon pengganti Rangnick dalam waktu dekat ini. Langkah cepat harus diambil jika tak ingin melihat Ronaldo dan kawan-kawan kian terperosok dalam tabel klasemen Liga Inggris musim uni dan menjauh dari zona Liga Champions.
Untuk terus tampil kompetitif, Scholes menilai bahwa The Red Devils membutuhkan pelatih sekaliber Jurgen Klopp ataupun Josep Guardiola. Pelatih yang kaya akan strategi dan tak memainkan skema yang monoton sangat diperlukan mereka agar tak menjadi bulan-bulanan klub papan atas lainnya.
"Anda akan berpikir harus ada rencana. Mereka harus membawa pelatih sepak bola elit dan top ke klub sepak bola untuk menghidupkan kembali situasi," sambung Scholes.
Di sisi lain, kritiknya itu bukan semata-mata dirinya tak menyukai Rangnick dalam melatih. Ia sangat menghormatinya mengingat Thomas Tuchel dan Jurgen Klopp pernah berguru kepadanya sebelum menjadi pelatih top saat ini.
"Jangan salah paham, saya suka pria itu (Rangnick), saya pikir dia tampil sangat baik. Tetapi dia sepertinya kurang pengalaman dalam melatih selama lima atau enam tahun terakhir, apa pun itu," tambahnya.
Tanpa disuruh Scholes, sejatinya Man United akan mencari pelatih pengganti Rangnick mengingat pria asal Jerman itu memang hanya berstatus sebagai caretaker hingga akhir musim 2021-2022. Setelah musim berakhir, barulah Man United mencari pelatih besar untuk duduk di kursi panas Setan Merah.
(Andika Pratama)