LONDON - Pierre-Emerick Aubameyang disepak dari skuad Arsenal karena perilaku indispliner. Menyikapi hal itu, Mikel Arteta menegaskan dirinya bukan sosok pelatih diktator.
Arteta juga mengambil tindakan tegas dengan mencopot jabatan kapten tim dari Aubameyang. Tak hanya itu, Arteta juga tidak memasukan Aubameyang ke dalam skuad Arsenal pada sisa musim ini.
Namun, Arteta menegaskan kalau dirinya bukanlah seorang diktator. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin rasa hormat dan komitmen dari para pemain Arsenal.
"Saya tidak membangun otoritas saya dengan menjadi diktator atau kejam," kata Arteta dilansir dari Tribalfootball, Jumat (24/12/2021).
Baca juga: Kekurangan Striker, Barcelona Ingin Datangkan Aubameyang
“Saya hanya meminta rasa hormat dan komitmen. Pada level ini, jika saya tidak mendapatkannya, saya mengemasi tas saya dan pergi ke tempat lain karena itu adalah minimal yang bisa saya minta," ucapnya.
Lebih lanjut, Arteta mengatakan kalau Aubameyang telah mengabaikan dua prinsip untuk menjadi pemain sukses. Ia menjelaskan dirinya hanya meminta pemainnya untuk menjalani aturan yang telah dibuat oleh tim.
"Untuk menjadi sukses, Anda harus bersemangat tentang sesuatu dan jika Anda ingin mewakili klub sebesar ini, dengan sejarahnya, itu adalah standar minimum yang harus Anda bawa," tuturnya.
"Saya tidak akan meminta siapapun untuk memasukkan bola ke sudut atas setiap kali mereka memukulnya, tetapi saya akan meminta mereka untuk melakukan hal yang benar setiap hari untuk klub ini. Itu sudah pasti," pungkasnya.
(Rachmat Fahzry)