3. Erik Ten Hag
Banyak yang memperkirakan Barcelona akan merekrut manajer Ajax, Erik Ten Hag ketika mereka memecat Quique Setien. Anehnya, Blaugrana memilih menunjuk Ronald Koeman, yang belum benar-benar membenarkan terbukti.
Dari banyak indikasi, Erik Ten Hag mungkin adalah pilihan terbaik bagi Blaugrana. Pelatih asal Belanda itu memiliki prinsip inti yang sama dengan Barcelona. Dia memainkan sepakbola menyerang dengan penekanan pada penguasaan bola, menekan dan ketenangan.
Ahli taktik itu juga tahu bagaimana mendapatkan yang terbaik dari talenta muda. Tim muda Ajax-nya mengejutkan dunia sepakbola ketika mereka mengalahkan Real Madrid dan Juventus untuk mencapai semifinal Liga Champions pada 2018-2019.
2. Luis Enrique
Luis Enrique tidak perlu diperkenalkan. Pelatih asal Spanyol itu bertanggung jawab atas Barcelona selama salah satu periode paling sukses dalam sejarah klub. Dia membimbing Blaugrana ke puncak sepakbola Eropa, dan di Liga Spanyol.
Barcelona adalah kekuatan besar yang harus diperhitungkan di bawah Luis Enrique. Blaugrana menyerang tim lawan dengan lini depan Lionel Messi, Neymar dan Luis Suarez.
Sang ahli taktik memberikan quintuple bersejarah selama musim 2014-2015, memenangkan Liga Champions, La Liga, Copa del Rey, Piala Super UEFA dan Piala Dunia Klub.
Dia memimpin Barcelona meraih sepuluh trofi selama tiga tahun di Camp Nou, menjadikannya salah satu manajer paling sukses dalam sejarah klub.
1. Mauricio Pochettino
Mauricio Pochettino dan Ronald Koeman pernah menghabiskan waktu di Liga Inggris, masing-masing mewakili Tottenham Hotspur dan Everton.
Pochettino saat melatih Spurs berhasil membuat tim asal London itu menjadi klub papan atas. Dia menempatkan Spurs di antara tim elite.
Pelatih yang kini menjabat juru taktik PSG tersebut sebearnya sudah menjadi incaran Barcelona sebelum Barca menunjuk Koeman. Namun, kedekatan Espanyol--rival sekota Blaugrana—membuat pelatih asal Argentina itu menolak mengasuh Barca.
(Rachmat Fahzry)