"Kami berpikir, bahwa dengan pergi ke Doha untuk bertemu Messi, mungkin dia akan seperti Ronaldo. Kami pergi ke Qatar agar Messi bisa melakukan sesuatu untuknya, tapi sayangnya dia tidak melakukan apa pun untuk Murtaza,” ujar Arif.
Bahkan, keluarga Murtaza menerima surat yang berisikan ancaman penculikan. Hal ini diperburuk dengan serangan Taliban ke Ghazni pada 2018 silam. Hal itu membuat Arif mengajukan suaka ke beberapa negara, tetapi ditolak.
Berbagai hal tidak menyenangkan dialami keluarga Murtaza setelah perjumpaan dengan Messi. Pada akhirnya, keluarga Murtaza mengungsi ke rumah pamannya di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, demi keamanan. Meski begitu, Murtaza tetap mencintai Messi.
"Ada banyak ledakan di mana-mana, boom. Saya tidak punya tempat untuk bermain, saya tidak punya teman. Saya akan memakai kaus itu lagi, karena saya mengagumi Messi,” ucap Murtaza
Murtaza sekarang telah kembali ke kampung halamannya karena krisis di Afghanistan setelah Taliban menguasai Kabul pada 15 Agustus 2021. Murtaza dan keluarganya kini menjadi pengungsi.
(Djanti Virantika)