MANCHESTER – Manchester City baru saja mengumumkan jersey ketiga mereka untuk musim 2021-2022 pada Kamis (19/8/2021) dini hari WIB. Berharap bisa mendapatkan respons positif, fans Man City justru menghujat jersey ketiga tim berjuluk The Citizens tersebut.
Banyak yang merasa kecewa dengan bentuk jersey ketiga Man City. Bahkan di akun twitter Man City, banyak yang mengomentari bahwa baju ketiga tim tersebut adalah yang terburuk dari semua jersey yang pernah dipakai.
Menariknya, berbeda dengan para fans, kapten Man City, Fernandinho justru sangat menyukai desain jersey ketiga The Citizens. Ia melihat ada hal baru yang sangat ditunggunya di jersey ketiga Man City itu.
Baca Juga: Man City Keok dari Tottenham, Sterling Curhat Pedihnya Awali Musim dengan Kekalahan
Terlebih filosofi jersey ketiga itu dirasa Fernandinho sangatlah dalam. Seperti yang diketahui, Puma selaku apparel resmi tim asal kota Manchester itu memutuskan untuk tak memasang logo klub dan menggantinya dengan nama tim, yakni Man City, di tengah-tengah jersey.
Menurut Fernandinho, logo yang dihapus dan diganti dengan nama klub membuktikan bahwa Man City itu selalu abadi. Logo tentu bisa berubah, namun bagi Fernandinho, nama klub akan selalu melekat di hati dan karena itulah pemasaangan nama tim di jersey ketiga itu sangat disambut baik olehnya.
“Saya menginginkan sesuatu yang berbeda dan kali ini kami mendapatkannya. Saya sangat suka dengan desainnya karena logo mungkin bisa berubah seiring berjalannya waktu, namun nama (klub) akan selalu abadi,” jelas Fernandinho, dikutip dari Manchester Evening News, Kamis (19/8/2021).
Sebenarnya desain jersey ketiga Man City itu bukanlah sesuatu yang eksklusif untuk klub tersebut. Beberapa tim yang menggunakan apparel Puma pun juga menerapkan desain yang sama, seperti halnya AC Milan, Olympique Marseille, Fenerbahce, dan Valencia.
Akan tetapi, fans Man City menjadi pihak yang paling tidak menyukai desain baru dari Puma tersebut. Mendapatkan respons negatif, Kepala Senior Manajer Desain Teamsport Puma, Carl Tuffley menjelaskan pihaknya memang sengaja mengambil risiko dengan mengeluarkan desain baru.
Tuffley menyebut Puma mau melepaskan diri dari desain jersey tradisional dan mengembangkan inovasi baru terhadap desain dari baju yang dipakai pesepakbola saat bermain.
"Tujuan kami adalah untuk melawan desain jersey sepakbola tradisional. Kami ingin melihat jersey ketiga Manchester City melalui lensa baru dan mendorong batas sejauh mungkin,” imbuh Tuffley.
(Rachmat Fahzry)