ROMA – Menteri Kesehatan Italia, Roberto Speranza Italia meminta Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) untuk berpikir dua kali menggelar final Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, London. Pasalnya, kasus penyebaran covid-19 di Inggris, masih terus meningkat.
Inggris pada Senin 21 Juni 2021, mencatatkan 10.633 kasus baru Covid-19 dan lima kematian kemarin. Jumlah itu membuat total kasus menjadi 4,36 juta dan sebanyak 127.976 kematian.
Berdasarkan laporan yang diterima ESPN, rencana Wembley menjadi tuan rumah final dan semifinal Piala Eropa 2020 akan dibatalkan bila pemerintah Inggris tak mampu mengizinkan para pendukung hadir di stadion.
Baca juga: Bonucci Akui Austria Tim Kuat tapi Italia di Jalur yang Benar Bersama Roberto Mancini
Bahkan, sempat ada wacana pemindahan partai pamungkas ke tempat lain karena Inggris mengalami ‘Zona Kuning’ penularan Covid-19. Wacana itu sempat dihembuskan oleh Perdana Menteri Italia, Mario Draghi, dengan berencana memindahkan partai final ke Roma.
Baca juga: Timnas Austria Bersemangat Kalahkan Italia di 16 Besar Piala Eropa 2020
Rencana itu pun didukung oleh Speranza. Apalagi dia menganggap jika angka penularan di Inggris sangat tinggi, sehingga terlalu berisiko untuk menggelar final sesuai jadwal.
“Saya pikir angka penyebaran di Inggris akan terus berkembang. Ucapan Draghi sungguh masuk akal. Tanggal 11 Juli masih lama, sehingga ada waktu yang dibutuhkan bagi otoritas berkompeten untuk mengevaluasi situasi,” kata Speranza dikutip Football Italia, Sabtu (26/6/2021).
Stadion Wembley dijadwalkan menjadi tuan rumah semifinal pada 6 dan 7 Juli 2021 mendatang. Kemudian di tempat yang sama akan menggelar laga Final pada 11 Juli.
Saksikan siaran langsung pertandingan UEFA EURO 2020 di iNews TV
(Rachmat Fahzry)