SEBANYAK lima pemain keturunan di posisi belakang, bisa dipertimbangkan PSSI. Tujuannya jelas untuk memperbaiki area pertahanan Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang jadi bulan-bulanan di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.
Dari delapan pertandingan, gawang Timnas Indonesia kemasukan 27 gol! Jika dirata-rata, gawang Timnas Indonesia kemasukan 3,37 gol pertandingan!
Karena itu, tidak ada salahnya bagi PSSI memproses dokumen pemain-pemain di bawah ini, mengingat mereka mempunyai darah Indonesia dan berhak membela skuad Garuda. Lantas, siapa saja pemain yang dimaksud?
Berikut 5 pemain keturunan yang bisa dipanggil Timnas Indonesia:
5. Darren Sidoel
Bek berpaspor Belanda yang mempunyai darah Indonesia dari sang ibu ini membela klub kasta ketiga Liga Spanyol, Hercules, di musim 2020-2021. Mempunyai tinggi badan 180 sentimeter, Darren Sidoel dapat diandalkan untuk duel-duel udara.
Musim depan, Darren Sidoel yang baru berusia 23 tahun akan kembali ke klub aslinya, Cordoba. Sama seperti Hercules, Cordoba juga tampil di kasta ketiga Liga Spanyol, yakni Divisi Segunda B.
4. Keziah Veendorp
Keziah Veendorp yang memiliki darah Indonesia dari sang kakek dan nenek, musim ini membela klub kasta tertinggi Liga Belanda, FC Emmen. Bek berusia 24 tahun ini turun dalam 29 pertandingan bersama FC Emmen di Liga Belanda 2020-2021.
Sayangnya, Keziah Veendorp gagal menyelamatkan sang klub dari degradasi. Alhasil, Keziah Veendorp saat ini berstatus tanpa klub setelah tidak memperpanjang kontrak bersama sang klub. Akankah bek bertinggi badan 183 sentimeter ini melanjutkan kiprahnya di Indonesia?