ZINEDINE Zidane membantah telah mengucapkan salam perpisahan kepada pemain-pemain Real Madrid. Namun, jurnalis Italia Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa sebenarnya Zinedine Zidane sudah memutuskan meninggalkan Real Madrid akhir musim nanti.
Sejumlah nama kandidat muncul sebagai suksesor Zinedine Zidane di Real Madrid. Sebut saja Massimiliano Allegri, Raul Gonzalez dan Joachim Low. Setelah nantinya benar meninggalkan Real Madrid, ke mana Zinedine Zidane akan berlabuh?
Berikut 3 calon pelabuhan Zinedine Zidane musim depan:
3. Timnas Prancis
Kontrak Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis baru berakhir pada 31 Desember 2022. Namun, ia bisa kapan saja meninggalkan Prancis, tim yang dibawanya memenangkan trofi Piala Dunia 2018.
Ketika Deschamps pergi, Federasi Sepakbola Prancis (FFF) wajib mencari pelatih pengganti yang sekaliber. Sosok Zinedine Zidane dapat dikedepankan.
BACA JUGA: 5 Calon Pengganti Zinedine Zidane di Real Madrid, Nomor 1 Kandidat Terkuat
Pelatih 48 tahun ini sukses besar bersama Real Madrid. Hanya lima musim menangani Real Madrid, ia memberikan 11 trofi bagi Los Blancos, termasuk tiga gelar Liga Champions.
2. Juventus
Juventus disebut-sebut sebagai tim yang paling berpeluang mendapatkan Zinedine Zidane. Terlebih, medio Maret 2021, Zinedine Zidane mengatakan Juventus dan Italia selalu menjadi rumahnya.
“Italia selalu ada di hati saya, Juventus selalu penting bagi saya. Kembali (ke Juventus)? Saya tidak tahu (sambil tertawa). Saya saat ini di Real Madrid, namun mari kita lihat,” kata Zidane mengutip dari Marca.
Namun, ada satu catatan bagi Juventus sebelum mendapatkan jasa Zinedine Zidane. Bianconeri –julukan Juventus– harus lolos ke Liga Champions musim depan terlebih dulu.
1. Istirahat
Opsi ini bisa dipilih Zidane. Setelah 2,5 tahun terakhir bekerja di bawah tekanan, beristirahat merupakan pilihan tepat. Hal yang sama pernah diambil pelatih jempolan lainnya, Josep Guardiola.
Setelah empat tahun (2008-2012) menangani Barcelona dan menghadirkan 14 trofi, Guardiola mengambil istirahat satu musim. Baru di musim 2013-2014, Guardiola kembali melatih, tepatnya membesut Bayern Munich.
(Rachmat Fahzry)