Liga Super Eropa Bikin Klub Kecil Sulit Menjadi Besar, Ini Alasannya?

Sri Lestari Rahayuningtyas, Jurnalis
Selasa 20 April 2021 04:10 WIB
Liga Super Eropa. (Foto/Twitter Barca Universal)
Share :

GOVAN - Manchester United menjadi salah satu wakil Liga Inggris yang ikut mendirikan Liga Super Eropa. Liga tersebut berisikan dalam sebuah format liga yang tak mengenal sistem promosi atau degradasi.

Sebanyak 12 klub sudah menyatakan bergabung dan menjadi pendiri Liga Super Eropa. Mereka adalah enam klub Inggris, Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Selanjutnya dari Spanyol, Atletico Madrid, Barcelona, Real Madrid, Dari Italia di wakili AC Milan, Inter Milan, dan Juventus.

Direktur Liga Super Eropa dijabat oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Dia didampingi pemilik Man United, Joel Glazers, pemilik Juventus, Andrea Agnelli sebagai wakil direktur.

Baca juga: Gabung Liga Super Eropa, 12 Klub Pendiri Dapat Miliaran Rupiah

Liga ini akan dimulai pada Agustus mendatang, dengan pertandingan yang digelar tengah pekan. Klub akan dibagi menjadi dua grup yang terdiri dari 10 klub yang akan bertanding di kandang dan tandang.

Baca juga: 11 Tahun Berlalu, Ramalan Arsene Wenger soal Liga Super Eropa Jadi Kenyataan

Tiga klub teratas di setiap grup lolos ke perempatfinal. Sedangkan tim di urutan keempat dan kelima memainkan play-off untuk dua tempat tersisa.

Dalam liga itu akan ada format sistem gugur, sama dengan yang digunakan di Liga Champions dan final satu leg pada Mei di tempat netral.

Format kompetisi itu dinilai tidak mengindahkan rinci struktural piramida dalam strata kompetisi sepakbola. Artinya, jika hanya tim-tim elite seperti Real Madrid atau Man United yang bermain di satu kompetisi, tidak akan ada kesempatan bagi tim kecil menjadi besar.

Sir Alex Ferguson yang pernah membawa Aberdeen dan Manchester United berjaya di Eropa, mengomentari Liga Super Eropa. Menurutnya, format Liga Champions sudah bagus, sehingga wacana Liga Super Eropa cuma membuat tim seperti Aberdeen bakal sulit berjaya di Eropa lagi.

"Pembicaraan tentang Liga Super adalah langkah yang menjauh dari 70 tahun sejarah sepakbola Eropa. Baik sebagai pemain untuk tim provinsi Dunfermline di tahun 60-an, dan sebagai manajer di Aberdeen yang bisa memenangkan Piala Winners Eropa. Untuk klub provinsi kecil di Skotlandia itu seperti mendaki Gunung Everest," kata Sir Alex mengutip Reuters, Senin (19/4/2021).

Sebanyak 12 klub pendiri nantinya akan memisahkan diri dari ajang Liga Champions. Padahal, turnamen Liga Champions dinilai sudah cukup sulit dalam menjadi tolak ukur kekuatan tim.

"Everton menghabiskan 500 juta pounds untuk membangun stadion baru dengan ambisi bermain di Liga Champions. Semua penggemar menyukai kompetisi yang apa adanya,” jelas Sir Alex Ferguson.

"Selama saya di United, kami bermain di empat final Liga Champions dan itu selalu menjadi malam yang paling spesial,” kata Sir Alex Ferguson.

“Saya tidak yakin Manchester United terlibat dalam hal ini, karena saya bukan bagian dari proses pengambilan keputusan," pungkas Sir Alex.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya