Keduanya membentuk perusahaan yang berhasil memproduksi Asam Levulinats secara massal. Pada 2015, GF Biochemicals berhasil memulai produksi komersial Asam Levulinat dengan skala produksi 2.000 MT/a di Caserta, Italia.
Perusahaannya kemudian berkembang pesat hingga pada 2017 mereka berhasil membangung penyulingan bioteknologi selulosa di Amerika Serikat. Mereka pun bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi lokal, American Process.
Selain itu, ia memiliki banyak usaha hingga penghargaan yang membuat kekayaan semakin melimpah. Analis pun menyebut bahwa Flamini memiliki keuntungan 20 miliar pounds dari perusahaannya tersebut.
Menurut Forbes, kekayaan bersih Flamini adalah USD14 miliar atau sekira Rp194,8 triliun. Jumlah tersebut jelas mengungguli jauh kekayaan Cristiano Ronaldo dan Messi yang hanya berkisar di angka USD100 juta.
(Rachmat Fahzry)