LILLE – Revolusi besar-besaran dilakukan AC Milan dalam dua musim terakhir. Rossoneri gencar merekrut pemain-pemain berusia muda demi proyek peremajaan dan jangka panjang. Pelatih interim AC Milan, Daniele Bonera, puas dengan kinerja anak-anak muda itu.
Pada dekade 2000-an, AC Milan dikenal sebagai tim bertabur bintang. Namun, klub yang bermarkas di Stadion San Siro itu selalu diperkuat pemain-pemain bintang berusia matang hingga uzur. Kebijakan tersebut kini dirombak total.
Keberanian AC Milan merekrut dan mengandalkan anak-anak muda patut diacungi jempol. Pada laga fase grup Liga Eropa 2020-2021, Jumat (27/11/2020), Daniele Bonera menurunkan sebelas awal dengan rataan usia 22 tahun!
Baca juga: Milan Imbang dengan Lille Bukan Karena Ibrahimovic Absen
Pelatih, yang untuk sementara menggantikan Stefano Pioli itu, senang melihat performa anak-anak muda AC Milan. Menurutnya, tim terkadang butuh semangat liar yang biasa dimiliki anak-anak muda. Namun, mereka tetap butuh figur senior seperti Simon Kjaer di lini belakang.
“Kami senang dengan semangat tim ini, cara orang-orang bekerja sama. Kami menampilkan performa yang bagus,” ujar Daniele Bonera, sebagaimana dikutip dari Football Italia, Jumat (27/11/2020).
“Kami sangat senang dengan anak-anak muda yang masuk dari jalur akademi. Dalam beberapa kesempatan, Anda butuh sedikit semangat liar khas anak-anak muda. Ini adalah AC Milan yang muda dengan tambahan figur senior seperti Simon Kjaer, yang sungguh membantu,” imbuhnya.