MANCHESTER – Manchester United mendatangkan gelandang baru di bursa transfer musim panas 2020. Ia adalah Donny van de Beek yang ditebus dari Ajax Amsterdam dengan mahar 40 juta pounds (Rp785,4 miliar).
Kedatangan Van de Beek tentunya disambut gembira oleh para fans Setan Merah. Akan tetapi, di saat yang sama, juga menimbulkan pertanyaan perihal posisi bermain gelandang berpaspor Belanda tersebut.
Sejak kehadiran Bruno Fernandes, Man United sebenarnya telah menjadi tim yang solid dengan formasi 4-2-3-1. Manajer Man United, Ole Gunnar Solskjaer, menempatkan Nemanja Matic dan Paul Pogba sebagai double pivot. Sedangkan Fernandes mengambil posisi gelandang serang.
Baca juga: Man United vs Crystal Palace, Momentum Martial dan Rashford Unjuk Gigi
Dalam skema tersebut, Matic mengambil peran sebagai pemain yang fokus pada pertahanan, sedangkan Fernandes menjadi playmaker, dan Pogba adalah gelandang box-to-box. Van de Beek bisa masuk ke dalam skema tersebut dengan sempurna jika menggantikan Fernandes atau Pogba.
Kendati demikian, fans nampaknya ingin melihat Man United bermain dengan Pogba, Fernandes, dan Van de Beek. Masalahnya, tak ada satu pun dari pemain-pemain tersebut yang memiliki tipikal bertahan layaknya Matic. Karena selama di Ajax, Van de Beek lebih sering bermain di posisi yang agak ke depan.
Van de Beek sendiri akan persoalan ini. Meski begitu, ia telah mendiskusikannya dengan Solskjaer. Akhirnya sampailah pada kesimpulan bahwa ia sebenarnya bisa saja bermain bersama dengan Pogba dan Fernandes, namun dengan syarat mereka harus bergantian bertahan.
‘Saya bermain di mana saja di lini tengah, musim lalu saya juga banyak berubah – terkadang menjadi pemain nomor 6, nomor 8, nomor 10. Itu tidak terlalu penting. Tapi saya pikir salah satu kekuatan saya adalah datang ke kotak penalti dan mencetak gol, membuat assist,” ungkap Van de Beek, mengutip dari Metro, Jumat (18/9/2020).
“Jika Anda memiliki kebebasan ini, maka Anda bisa bermain di mana pun menurut saya. Keseimbangan juga harus selalu bagus di tim, jadi Anda tidak bisa bermain dengan semua gelandang maju. Jadi Anda harus bermain cerdas,” jelasnya.
“Ya, kami telah membicarakan hal ini. Dia (Solskjaer) juga mengatakan, ‘Salah satu kekuatan Anda adalah masuk ke dalam kotak dan saya ingin melihat ini juga dari Anda, karena itu merupakan salah satu kekuatan Anda,’” ungkap gelandang 23 tahun tersebut.
“Dia juga berkata, ‘Anda bisa berbicara dengan rekan satu tim Anda, seseorang harus bertahan dan yang lain bisa maju.’ Sehingga keseimbangannya harus bagus,” imbuh Van de Beek.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)