3. Malam Bersejarah Antoine Griezmann
Penyerang Barcelona, Antoine Griezmann adalah salah satu pilar serangan Prancis. Mantan bintang Atletico Madrid itu adalah salah satu andalan Deschamps. Pemain berusia 29 tahun itu memiliki malam yang sulit untuk dilupakan selama perjalanan mereka sebelumnya di Stockholm.
Griezmann saat melawan Swedia gagal melakukan tembakan tepat sasaran. Bahkan penaltinya pada menit ke-90 gagal memberi Prancis gol tambahan dalam pertandingan itu.
Which of these two has the best control? ð« — UEFA Nations League (@EURO2020) September 8, 2020
ð§ðª Mertens
ð«ð· Griezmann#NationsLeague pic.twitter.com/RVJjg4dppH
Melawan Kroasia, Griezmann melakukannya dengan baik. Dia bersama Anthony Martial berhasil bekerja sama sehingga membuahkan gol.
Beberapa menit kemudian memasuki babak kedua, tendangan sudut yang dilakukannya diselesaikan mudah oleh Dayot Upamecano.
Secara keseluruhan, bintang Barcelona itu melakukan empat umpan kunci, memenangkan empat dari lima duel, mencetak satu gol dan satu assist.
2. Pertahanan Kroasia rapuh
Runner up Piala Dunia 2018 memulai kampanye Nations League melawan tim Portugal yang tak diperkuat Cristiano Ronaldo. Meskipun begitu mereka hancur dengan skor 4-1.
Saat bertemu Prancis mereka berharap bermain lebih baik lagi. Mereka percaya diri bisa memanfaatkan ruang terbuka dari formasi 3-5-2 Prancis.
ð«ð· Eduardo Camavinga = France's youngest debutant since 1945 ð#NationsLeague pic.twitter.com/saVAB9qoMM — UEFA Nations League (@EURO2020) September 8, 2020
Namun, upaya mereka untuk menang gagal. Mereka kebobolan empat gol. Itu berarti telah kebobolan delapan gol dalam dua pertandingan pertama mereka di turnamen ini.
Dengan beberapa pemain kunci absen dari samping termasuk tokoh-tokoh besar seperti Luka Modric, Ivan Rakitic, dan lainnya, Kroasia perlu menghentikan performa buruk mereka sedini mungkin jika mereka ingin maju ke babak berikutnya.
Kroasia dalam pertandingan sellanjutnya akan menghadapi Swedia. Merekan akan saling berhadapan pada Jumat 11 Oktober 2020.