PORTO ALEGRE – Kisah hidup legenda sepakbola, Ronaldinho Gaucho, diabadikan dalam sebuah film dokumenter. Trailer film tersebut akhirnya dirilis ke publik lewat akun Twitter resmi @10Ronaldinho pada akhir Agustus 2020.
Sebagaimana diketahui, pria bernama lengkap Ronaldo de Asis Moreira itu merupakan salah satu pesepakbola terbaik di dunia. Ia pernah dianugerahi gelar pemain terbaik dunia pada 2006. Sepanjang kariernya, Ronaldinho juga merengkuh sejumlah gelar bergengsi seperti Piala Dunia 2002.
Ronaldinho sudah gantung sepatu sejak 2018. Sebuah film dokumenter berjudul ‘The Happiest Man in the World’ lantas diluncurkan untuk mengenang perjalanan kariernya. Film tersebut bercerita tentang kisah hidupnya, mulai dari menjadi pesepakbola di jalanan hingga jenjang profesional.
Baca juga: 5 Klausul Kontrak Teraneh Pesepakbola Dunia
Uma fase difícil chega ao fim, graças a Deus. Não tenho palavras para agradecer todo o carinho e apoio que recebi nesses últimos meses, vcs estão sempre no meu coração!!! Aproveitando esse momento de felicidade quero compartilhar com vcs o teaser do filme... pic.twitter.com/tp6WjowgGn
— Ronaldinho Gaúcho (@10Ronaldinho) August 27, 2020
“Tahap yang sulit dalam hidup saya telah mencapai akhirnya, terima kasih, Tuhan. Saya tidak punya kata-kata untuk berterima kasih kepada semua kasih sayang dan dukungan dalam beberapa bulan terakhir ini. Engkau akan selalu ada di hati saya,” cuit Ronaldinho di akun @10Ronaldinho, Kamis (3/9/2020).
“Saya ingin membagikan cuplikan film tersebut kepada Anda. Film ini menceritakan kisah hidup saya yang sebagian besar berhubungan dengan dukungan kalian semua. Semoga kalian menikmatinya,” imbuh pria berusia 40 tahun itu.
Judul Pria Paling Bahagia di Dunia sendiri bukan tanpa alasan. Ronaldinho dikenal sebagai pria yang murah senyum yang merupakan isyarat seseorang sedang berbahagia. Kemampuan dan senyuman Ronaldinho membuat dirinya disukai oleh pendukung dari semua kesebelasan.
Belum lama ini, Ronaldinho memicu kehebohan gara-gara kasus paspor palsu yang membuatnya dipenjara selama beberapa bulan di Paraguay. Beruntung, dirinya bebas pada akhir Agustus dan bertepatan dengan perilisan trailer film.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)