ROMA – Presiden AIC (Asosiasi Pemain Sepakbola Italia), Damiano Tommasi, memberikan komentar soal rencana sejumlah klub Liga Italia untuk kembali menggelar latihan. Tommasi pun memberikan peringatan keras soal keinginan sejumlah klub tersebut.
Sebagaimana diketahui, sebagian besar kompetisi sepakbola di dunia memang tengah ‘mati suri’ lantaran penyebaran virus Corona (Covid-19). Sejumlah klub juga meminta agar para pemainnya untuk tak menghindari keramaian serta menyuruh mereka untuk berlatih di rumah masing-masing.
Akan tetapi beberapa hari terakhir muncul kabar bahwa sejumlah klub asal Liga Italia berencana untuk kembali menggelar latihan. Padahal, Italia merupakan negara asal Eropa dengan kasus penderita virus Corona terparah.
Baca Juga: Juventus Umumkan Dybala sebagai Pemain Ketiga yang Positif Covid-19
Tommasi pun lantas memberikan peringatan keras terhadap rencana beberapa klub untuk kembali melakukan pemusatan latihan. Tommasi menilai keputusan tersebut bisa saja berdampak buruk terhadap para pemain mereka sendiri, karena penyebaran virus Corona di dunia belum membaik saat ini.
“Saya juga berharap kita bisa segera kembali bermain, karena sepakbola merupakan akan menjadi termometer suatu masyarakat. Ketika bola kembali bergulir, itu berarti kita hampir pasti lepas dari mimpi buruk ini,” jelas Tommasi, seperti disadur dari Football Italia, Minggu (22/3/2020).
“Saya merasa lebih baik mengatakan bahwa situasi ini belum akan pulih hingga tanggal tertentu, daripada mengindikasikan suatu hari tertentu. Siapa pun yang berniat melatih tim mereka, saya tak tahu apa yang mereka pikirkan,” lanjutnya.
Baca Juga: Klub-Klub Liga Italia Akan Tunda Jadwal Dimulainya Lagi Latihan
“Saya mengatakan ini bukan bermaksud menciptakan kontroversi, karena ini bukan waktu yang tepat untuk memicunya. Berlatih sekarang, sebelum kompetisi dilanjutkan, tidak masuk akal. Itu juga berbahaya.”
“Di Spanyol, ada lusinan pemain yang dinyatakan positif, sedangkan di Italia mungkin tak semua menjalani tes. Namun, ada lebih banyak pemain dengan gejala-gejala [terkena virus] daripada yang kita perkirakan,” tutup pria berusia 45 tahun tersebut.
(Ramdani Bur)