Cerita Singkat Perjalanan Karier Marco van Basten

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis
Sabtu 28 September 2019 09:05 WIB
Van Basten sempat jadi mesin gol AC Milan. (Foto: YouTube)
Share :

MARCO van Basten merupakan legenda sepakbola asal Belanda. Namanya bersinar saat membela tim asal Italia, AC Milan. Pria kelahiran 31 Oktober 1964 itu bahkan sempat menyabet trofi Ballon d'Or sebanyak tiga kali saat berseragam Rossoneri -julukan AC Milan- yakni pada 1988, 1989, dan 1992.

Van Basten memulai karier sepakbolanya dengan bergabung bersama ADO den Haag pada usia 6 tahun. Satu tahun berselang ia kemudian pindah ke UVV Utrecht. Kesempatan untuk menimba ilmu di sana terus dimanfaatkan Van Basten untuk menambah kemampuannya mengolah si kulit bundar.

(Van Basten (kiri) bersama Patrick Kluivert)

Pada akhirnya, sembilan musim bermain bersama UVV Uthreht, Van Basten muda memutuskan untuk hijrah ke tim junior Elinkwijk. Namanya kemudian mulai dilirik tim sekelas Ajax Amsterdam dan hingga akhirnya bergabung ke Ajax U-19 pada 1981.

Seiring berjalannya waktu, Van Basten terus menunjukkan peningkatan bersama Ajax U-19. Tidak butuh waktu lama, Van Basten langsung mendapat tempat di tim senior satu tahun setelahnya atau tepatnya saat berusia 17 tahun. Kesempatan itu tidak disia-siakannya dengan langsung mencetak gol pada pertandingan debutnya bersama Ajax.

Hal itu dilakukannya saat tampil di laga kontra NEC pada April 1982. Berposisi sebagai penyerang tengah, Van Basten kemudian menjelma menjadi mesin gol bagi timnya. Pada musim keduanya bersama Ajax ia langsung bersaing ketat dengan pencetak gol terbanyak Eropa, Wim Kieft, yang juga membela Die Amsterdammers.

Pada musim tersebut, Van Basten tercatat menorehkan sembilan gol dari 20 penampilan. Ketajamannya di daerah pertahanan lawan membuat Van Basten terpilih sebagai penyerang utama tim setelah Wim Kieft hengkang ke tanah Italia, Pisa, pada musim panas 1983.

Instingnya untuk mencetak gol pun kian terasah bersama tim senior Ajax Amsterdam. Van Basten bahkan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Belanda empat kali berturut-turut yakni pada medio 1984 hingga 1987. Lima musim berseragam Ajax, Van Basten berhasil menorehkan 128 gol dalam 133 penampilannya. Salah satu yang paling dikenang adalah gol overhead kick-nya ke gawang FC Den Bosch.

Penampilan impresif yang ditunjukkan Van Basten bersama Ajax Amsterdam membuat tim sekelas AC Milan kepincut. Setelah meraih tiga gelar juara Liga Belanda, tiga gelar KNVB Cup, dan satu gelar Winners cup, Van Basten pun akhirnya sepakat untuk bergabung ke AC Milan pada 1987,

Kedatangannya disambut baik oleh para penggawa AC Milan kala itu. Van Basten bahkan langsung mendapat tempat di skuad utama untuk berkolaborasi bersama Ruud Gullit dan Frank Rijkaard yang notabene rekannya di Timnas Belanda. Sejak saat itulah mereka dijuluki Trio Belanda di AC Milan.

Perjalanan Van Basten bersama skuad AC Milan juga tak kalah mentereng. Di musim perdananya berseragam Milan, pria dengan tinggi 188 sentimeter itu langsung mempersembahkan gelar juara Liga Italia. Pencapaian tersebut terbilang cukup spesial lantaran Milan belum merasakan gelar juara selama delapan musim sebelumnya.

Sayangnya, masalah cedera engkel kemudian menghantui Van Basten. Kendati begitu, ia tetap mampu kembali untuk menepis segala keraguan yang mengarah padanya. Sebagai bukti, tiga trofi Ballon d'Or, serta satu penghargaan pemain terbaik versi FIFA berhasil ia raih saat berseragam AC Milan.

Van Basten juga mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak Liga Italia sekaligus menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia pada era tersebut. Akan tetapi, Van Basten lagi-lagi dipaksa menyerah oleh cedera yang dideritanya.

Van Basten bahkan sempat divonis harus menepi selama dua musim. Harapannya untuk kembali bermain di rumput hijau pada akhirnya harus dilupakan. Pada usia 31 tahun tepatnya pada 1995 ia menyatakan pensiun sebagai pemain.

Terlepas daripada itu, nama Van Basten sendiri cukup harum di mata penggemar Rossoneri. Bagaimana tidak, sederet gelar prestisius seperti tiga trofi Liga Italia, dua gelar Liga Champions dan Piala Interkontinental (sekarang Piala Dunia antarklub) berhasil dipersembahkannya untuk AC Milan.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya