Pada musim tersebut, Van Basten tercatat menorehkan sembilan gol dari 20 penampilan. Ketajamannya di daerah pertahanan lawan membuat Van Basten terpilih sebagai penyerang utama tim setelah Wim Kieft hengkang ke tanah Italia, Pisa, pada musim panas 1983.
Instingnya untuk mencetak gol pun kian terasah bersama tim senior Ajax Amsterdam. Van Basten bahkan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Belanda empat kali berturut-turut yakni pada medio 1984 hingga 1987. Lima musim berseragam Ajax, Van Basten berhasil menorehkan 128 gol dalam 133 penampilannya. Salah satu yang paling dikenang adalah gol overhead kick-nya ke gawang FC Den Bosch.
Penampilan impresif yang ditunjukkan Van Basten bersama Ajax Amsterdam membuat tim sekelas AC Milan kepincut. Setelah meraih tiga gelar juara Liga Belanda, tiga gelar KNVB Cup, dan satu gelar Winners cup, Van Basten pun akhirnya sepakat untuk bergabung ke AC Milan pada 1987,
Kedatangannya disambut baik oleh para penggawa AC Milan kala itu. Van Basten bahkan langsung mendapat tempat di skuad utama untuk berkolaborasi bersama Ruud Gullit dan Frank Rijkaard yang notabene rekannya di Timnas Belanda. Sejak saat itulah mereka dijuluki Trio Belanda di AC Milan.
Perjalanan Van Basten bersama skuad AC Milan juga tak kalah mentereng. Di musim perdananya berseragam Milan, pria dengan tinggi 188 sentimeter itu langsung mempersembahkan gelar juara Liga Italia. Pencapaian tersebut terbilang cukup spesial lantaran Milan belum merasakan gelar juara selama delapan musim sebelumnya.