Penampilan apik Figo bersama Blaugrana membuat banyak klub besar Eropa mengincarnya, salah satunya rival abadi Barca, Real Madrid. Di tengah berbagai kontroversi, Figo kemudian memilih hijrah ke Santiago Bernabeu pada 2000.
Kepindahannya dari Barcelona ke Real Madrid adalah salah satu drama terbesar di dunia sepak bola. Mengetahui bahwa salah satu pemain andalannya pindah ke tim rival, jelas membuat para pendukung Barca kesal. Los Cules bahkan kerap mengeluarkan sumpah serapah hingga kata-kata kotor untuk Figo ketiga bersua.
Figo bahkan disebut sebagai pengkhianat, sampah, hingga tentara bayaran. Kondisi itu bahkan semakin terasa pada atmosfer laga El Clasico di Stadion Camp Nou. Setiap kali Figo mendapat bola, siulan dan cemoohan terus dilayangkan untuk Figo. Suporter Barca bahkan pernah melakukan pelemparan kepala babi pada 2002 yang menjadi fenomenal hingga saat ini.
(Figo saat diperkenalkan sebagai pemain Madrid pada 2000)
Meski begitu, berbagai kecaman yang ditujukan sama sekali tak berpengaruh pada prestasi Figo bersama Real Madrid. Dua kali juara Liga Spanyol pada 2000-2001 dan 2002-2003, Piala Super Spanyol pada 2001 dan 2003 menjadi bukti nyata. Akan tetapi ,puncaknya adalah ketika Figo membawa Real Madrid Meraih gelar juara Liga Champions pada 2001-2002.
Setelah meraih berbagai gelar di Real Madrid, Figo akhirnya pindah ke Inter Milan dengan status bebas transfer pada 2005. Empat tahun berseragam Inter dengan menyumbang empat gelar juara Liga Italia 2005-2006 hingga 2008-2009, satu gelar Copa Italia pada 2006 dan Piala Super Italia pada 2006 dan 2008, Figo akhirnya memutuskan pensiun pada 2009.
(Ramdani Bur)