Empat musim berseragam Sporting, Figo tumbuh menjadi pemain sayap yang cukup diperhitungkan. Dalam perjalannya tersebut, Figo juga membawa Sporting meraih Piala Portugal pada 1995. Kemudian di tahun yang sama, pemain kelahiran 4 November 1972 itu melebarkan sayapnya dengan bergabung ke tim asal Spanyol, Barcelona.
Meski kepindahannya ke Barcelona sempat menimbulkan berbagai kontroversi, Figo akhirnya resmi merapat ke Camp Nou dengan mahar sebesar 2,5 juta euro atau sekira Rp40 miliar pada musim panas 2005. Blaugrana –julukan Barca– mendatangkan bintang Portugal itu untuk menggantikan posisi Michael Laudrup yang memilih hengkang satu musim setelahnya.
Perjalanan karier sepakbola Figo bisa dikatakan mencapai puncaknya di Tanah Matador. Beberapa gelar penting seperti juara Liga Spanyol, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Piala Winner dan Piala Super Eropa diraih Figo bersama tim asal Katalunya.
Secara keseluruhan, 12 titel juara baik di kompetisi domestik hingga internasional, disumbangkan Figo selama bersama Barcelona dari 1995-2000. Penampilan apiknya bersama Barcelona membawa Figo masuk ke dalam nominasi peraih Ballon d’Or pada 1999 meski akhirnya ia harus rela hanya menempati posisi kelima.
Figo terus menancapkan taringnya sebagai salah satu pesepakbola terbaik Eropa Pada medio tersebut. Tidak hanya di level klub, prestasinya di level internasional juga cukup ciamik dengan berhasil mengantarkan Timnas Portugal melaju ke babak semifinal Piala Eropa 2000 setelah mengalahkan Inggris 3-2.
Berkat penampilan apiknya di lapangan hijau, Figo pun didapuk sebagai pemain terbaik Eropa oleh France Football dan meraih Ballon d’Or pada tahun yang sama (saat sudah berseragam Real Madrid). Akan tetapi, Figo gagal melengkapi torehan manisnya di ajang Pemain Terbaik Dunia karena kalah dari Zinedine Zidane. Baru di pada 2001 dia berhasil melengkapi koleksi trofinya dengan penghargaan Pemain Terbaik FIFA.