Kondisi Batistuta diperparah dengan masalah rumah tangganya dengan sang istri, Irina Fernandez. Keduanya harus berpisah pada 2014 setelah membina rumah tangga selama 24 tahun. Rumah tangga yang berantakan serta rasa sakit di kakinya menambah beban kehidupan Batistuta setelah pensiun.
Setelah itu, Batistuta yang dipenuhi rasa putus asa menemui seorang dokter fisioterapi untuk meminta kakinya diamputasi. Batistuta rela kehilangan senjata utamanya untuk mencari uang pada beberapa tahun lalu agar lepas dari sakit.
Namun, dokter yang ditemui Batistuta tak menyetujui tindakan itu. Batistuta pun terus melanjutkan pengobatannya agar rasa sakit di kakinya hilang. Rasa sakit itu membuat Batistuta sedikit menyesal karena telah memberikan terlalu banyak hal untuk sepakbola daripada seharusnya.
(Ramdani Bur)