Jika berbicara mengenai loyalitas, maka sosok Totti bisa menjadi salah satu panutan bagi para pesepakbola lain saat ini. Perjalanan kariernya bersama Roma jelas bukan tanpa hambatan. Pada 2003, Totti sempat kencang dirumorkan akan hengkang.
Tawaran yang datang pun tidak sembarangan. Kala itu, raksasa Spanyol, Real Madrid, menginginkan Totti untuk bergabung. Kondisi itu sempat membuatnya berfikir untuk meninggalkan Roma, terlebih skuad Madrid yang saat itu bertabur pemain bintang memang merupakan salah satu idaman banyak pemain.
Akan tetapi, Totti memutuskan untuk tetap bertahan di Roma. Baginya, Roma merupakan tim impiannya sejak kecil. DNA Roma memang kental dalam diri Totti, diwariskan dari keluarganya yang juga merupakan Romanisti selama puluhan tahun.
"Roma adalah keluarga saya, teman-teman saya, orang-orang yang saya cintai. Roma adalah lautan, gunung, monumen. Roma, tentu, adalah orang-orang Roma. Roma adalah kuning dan merah. Roma, untukku, adalah dunia. Klub ini, kota ini, sudah jadi hidupku," ujar Totti.
“Saya mungkin memiliki kesempatan untuk memenangkan banyak trofi bersama tim lainnya, tapi saya bangga atas apa yang telah saya lakukan dengan jersey Roma,” lanjutnya.
(Ramdani Bur)