TURIN – Federasi Sepakbola Eropa, UEFA, menunjuk wasit asal Belanda, Bjorn Kuipers, sebagai pengadil pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 antara Juventus kontra Atletico Madrid. Namun, penugasan tersebut memunculkan keberatan dari tim tamu.
Melansir dari Marca, Selasa (12/3/2019), Atletico Madrid keberatan karena Kuipers ditunjuk oleh Ketua Komite Wasit UEFA, Roberto Rosetti, yang notabene berasal dari Italia, negara asal Juventus. Belum lagi, pria berusia 45 tahun itu pernah membawa kenangan buruk bagi Los Rojiblancos.
Kuipers adalah pengadil untuk laga Final Liga Champions 2013-2014 antara Real Madrid vs Atletico. Anak asuh Diego Simeone kala itu sudah unggul 1-0 hingga Sergio Ramos mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir hingga laga dilanjutkan ke babak tambahan. Los Blancos akhirnya menang dengan skor akhir 4-1.
(Baca juga: Jelang Hadapi Atletico, Cristiano Ronaldo Rindu Madrid)
Mimpi buruk juga dialami Juventus bersama Bjorn Kuipers. Melansir dari Calciomercato, La Vecchia Signora hanya berhasil menang satu kali dari lima kali pertandingan jika sang wasit bertugas, sisanya empat kali seri dan satu kalah.
Khusus bagi Massimiliano Allegri, Bjorn Kuipers membawa kenangan menyebalkan saat dirinya masih melatih AC Milan. Pada laga perempatfinal Liga Champions 2011-2012, keputusan sang pengadil memberi penalti kepada Barcelona membuat I Rossoneri akhirnya tersingkir.
Walau punya mimpi buruk, kedua tim juga memiliki kenangan manis terhadap wasit kelahiran Oldenzaal tersebut. Cristiano Ronaldo di kubu Juventus selalu mencetak gol dalam lima pertandingan yang diwasiti Kuipers, termasuk ke gawang Atletico Madrid di Final Liga Champions 2018-2019. Sementara Atletico menjuarai Final Liga Eropa 2017-2018 di mana Bjorn Kuipers bertugas sebagai pengadil.
(Fetra Hariandja)