LONDON – Mantan wasit Liga Inggris, Mark Halsey, menyebut bahwa Manchester United tak layak mendapatkan hadiah penalti ketika menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di leg kedua babak 16 Besar Liga Champions musim 2018-2019. Halsey menyebut bahwa bek PSG, Presnel Kimpembe, sebenarnya tak melakukan pelanggaran.
Sebagaimana diketahui, PSG memang gagal melaju ke babak perempatfinal Liga Champions 2018-2019 setelah kalah secara gol tandang atas Man United. Ya, di leg kedua yang berlangsung di Stade Parc des Princes, PSG justru takluk 1-3 dari Man United.
Padahal di leg pertama, mereka berhasil membungkam Man United dua gol tanpa balas. Man United berhasil lolos ke babak perempatfinal Liga Champions 2018-2019 melalui gol penalti Marcus Rahsford di menit-menit akhir.
Baca Juga: Andai Jadi Pelatih PSG, Ancelotti Loncat dari Jembatan
Penalti itu terjadi setelah Kimpembe dinyatakan menyentuh bola dengan tanggannya di kotak terlarang oleh pemimipin laga, Damir Skomina. Keputusan Skomina memberikan hadiah penalti kepada Man United memang menuai kontroversi.
Salah satu sosok yang mempertanyakan keputusan Skomina adalah Halsey. Ia menilai penalti untuk Man United adalah sebuah kesalahan, karena Kimpembe sama sekali tak melakukan pelanggaran di pertandingan tersebut.
“Hukum 12 H/B terlepas dari di mana tangan diposisikan tidak berarti pelanggaran telah dilakukan, harus ada gerakan tangan yang disengaja ke arah bola. Menurut saya, VAR seharusnya tak pernah terlibat. Wasit harus tetap kuat dengan keputusan aslinya,” jelas Halsey, seperti dikutip dari Mirror, Jumat (8/3/2019).
(Mochamad Rezhatama Herdanu)