Pelecehan Verbal Kerap Hantui Wasit Perempuan di Australia

ABC News, Jurnalis
Sabtu 12 Januari 2019 10:11 WIB
Delfina Dimoski. (Foto: Facebook Delfina Dimoski)
Share :

Menjadi Teladan Generasi Berikutnya

Setelah 11 tahun bertugas sebagai wasit, Alex McConachie telah melihat dan mendengar segala macam pelecehan. Ia sekarang memimpin komite penasihat wasit dan juga wasit di kompetisi lokal. Tetapi, ia berulang kali melihat wasit muda meninggalkan pekerjaan itu karena perilaku pelatih dan penonton.

"Kami kehilangan wasit di pertandingan kami karena insiden yang seharusnya tidak terjadi," ujar McConachie.

McConachie yakin para pemain yang lebih muda mendapat teladan buruk dari beberapa perilaku yang mereka lihat di sekitar mereka.

"Kami melihat pelatih memberikan contoh buruk bagi para pemain mereka. Para pemain mempelajari perilaku ini dari pelatih mereka,” jelas McConachie.

Aturan Baru

Sebelum final musim lalu, wasit merasa sudah cukup muak, seraya mengatakan pelecehan telah mencapai titik puncaknya. Sekira 40 wasit menghadiri dua pertemuan di mana mereka mengutarakan keluhan mereka.

"Musim lalu, ada peningkatan persentase penyalahgunaan klaim terhadap wasit yang masuk ke Capital Football. Badan wasit berkomunikasi aktif dengan Capital Football dan pada dasarnya harus ada perubahan ke depan,” ujar Dimoski.

Kini, benar akan ada perubahan. Laporan Capital Football tentang wasit yang dirilis Jumat 11 Januari 2019 akan membuat rekrutan baru mendapatkan lebih banyak dukungan di dalam dan luar lapangan. Wasit akan bisa mengakses petugas kesejahteraan untuk berbicara tentang pengalaman mereka di pekerjaan, serta pejabat klub untuk dukungan di lapangan.

"Menurutnya, itu adalah langkah maju yang besar, titik sentral bagi wasit untuk menghubungi seseorang," kata Dimoski.

"Jika mereka dilecehkan pada akhir pekan, mereka bisa mengangkat telefon dan pada dasarnya menghubungi langsung seseorang yang akan berada di sana untuk mendengarkan dan membantu mendukung mereka melalui proses tersebut,” lanjutnya.

Hukuman juga telah diberlakukan dalam Liga Primer Nasional laki-laki dan perempuan untuk perbedaan pendapat terhadap wasit oleh pemain dan pelatih. Staf pelatih kini bisa mendapat kartu kuning dan merah, sementara pemain bisa dikirim ke kursi pelanggar selama 10 menit karena menganiaya wasit. Pelanggar kedua kalinya akan ditendang dari lapangan.

Chief Executive Capital Football, Phil Brown, mengatakan ia berharap perubahan akan membantu menarik dan mempertahankan wasit.

"Jika Anda melihat analisis data mengapa wasit meninggalkan pertandingan, alasan utama selalu adalah pelecehan verbal yang mereka terima dari pemain atau pelatih. Menciptakan lingkungan yang ramah untuk mencoba membantu kami merekrut dan mempertahankan wasit, khususnya wasit perempuan yang telah meninggalkan pertandingan ini dengan rasio yang lebih tinggi daripada pria,” tukas Brown.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya