BALLON dOr jadi penghargaan paling bergengsi yang ingin diraih semua pesepakbola di dunia. Tak heran, acara penghargaan Ballon dOr jadi yang paling ditunggu-tunggu seluruh insan di dunia sepakbola setiap tahunnya.
Pada tahun ini, penghargaan tersebut pun diberikan kepada gelandang Real Madrid, Luka Modric. Ia berhak membawa pulang trofi Ballon dOr 2018 karena mengumpulkan nilai tertinggi, yakni 753 poin. Torehan ini mengalahkan sederet pemain bintang lain, seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Kylian Mbappe, hingga Antoine Griezmann.
Meski dianggap paling bergengsi, beberapa pihak menganggap penghargaan Ballon dOr tidak masuk akal. Sebab, penentuan pemenang beberapa kali dinilai kurang tepat. Pemain yang tampil gemilang pada musim tersebut sering kali malah luput dari penghargaan tersebut. Kondisi ini tentu saja membuat timbulnya pro dan kontra.
Ada beberapa alasan yang membuat penghargaan trofi Ballon dOr dinilai tidak masuk akal. Kali ini, Okezone pun bakal membahas beberapa alasan tersebut. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Selasa (4/12/2018), berikut lima alasan penghargaan trofi Ballon dOr tidak masuk akal.
5. Penghinaan kepada Sneijder
Tidak ada satu pun pihak yang melupakan kondisi persepakbolaan dunia pada 2010. Pada tahun tersebut, dua megabintang dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, tidak benar-benar berada di puncak kariernya. Tetapi, penghargaan Ballon dOr justru diberikan kepada Messi.
Pro dan kontra tentu saja bermunculan setelah pemenang trofi Ballon dOr 2010 diumumkan. Sebab, penggawa Tim Nasional (Timnas) Belanda, Wesley Sneijder, dinilai paling layak menerima penghargaan tersebut. Torehan manis diukirnya pada musim itu. Sneijder berhasil meraih treble winner bersama Inter dan kemudian memimpin timnya ke final Piala Dunia.
Tetapi nyatanya, prestasi gemilang yang ditorehkan Sneijder tak mampu membuatnya meraih trofi Ballon dOr. Bahkan, namanya pun tidak bertengger di posisi tiga besar kala itu. Posisi tersebut diisi oleh tiga penggawa Barcelona, yakni Messi, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez. Luka ini pun kini kembali teringat oleh publik. Sebab, prestasi yang tak begitu cemerlang dapat mengantarkan Modric meraih Ballon dOr 2018. Kondisinya dinilai masih jauh di belakang Sneijder, tetapi nasib berbeda dialami keduanya.