PIALA AFF 2018 mulai bergulir pada Kamis 8 November. Sebanyak 10 negara bersaing demi satu misi, yakni mengangkat trofi di akhir turnamen. Dalam merealisasikan misi di atas, biasanya, sebuah tim memiliki setidaknya satu bomber tajam yang dapat diandalkan untuk mengoyak jala gawang lawan.
Biasanya, tim yang memiliki pemain tajam dapat menyelesaikan turnamen dengan gelar juara. Ambil contoh Thailand di Piala AFF 2016. Kapten mereka, Teerasil Dangda, keluar sebagai top skor turnamen dengan koleksi enam gol. Pada akhirnya, Thailand pun menjadi juara setelah di final mengalahkan Indonesia dengan agregat 3-2.
(Foto: NSTP)
Hal yang sama pun coba dilakukan Malaysia di Piala AFF 2018. Tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja dan Laos, Harimau Malaya –julukan Malaysia– bertekad menjadi yang terbaik, mengulangi pencapaian mereka pada Piala AFF 2010.
BACA JUGA: Dua Kali Bobol Gawang Korea Selatan, Klausul Lepas Pemain Malaysia Naik Drastis
Untuk merealisasikan misi di atas, Malaysia dapat menggantungkan asa kepada sang penyerang, Safawi Rasid. Safawi bukanlah penyerang kacangan. Pemain asal klub Johor Darul Ta’zim itu untuk sudah menunjukkan kematangannya di level tim nasional, tepatnya saat membela Malaysia U-23 di Asian Games 2018.
Dalam ajang yang digelar di Indonesia itu, penyerang berusia 21 tahun tersebut mengoleksi empat gol hanya dari empat pertandingan. Hebatnya, dua gol di antaranya diciptakan Safawi ke gawang Korea Selatan (Korsel) di fase grup, saat Malaysia menang 2-1 atas tim yang pada akhirnya menyabet medali emas cabang olahraga sepakbola putra Asian Games 2018 tersebut.
(Foto: Fox Sports)
Karena itu, Safawi jelas menjadi bidikan pemain-pemain belakang lawan saat mentas di Piala AFF 2018. Meski begitu, penyerang kelahiran Terengganu itu diyakini memiliki banyak cara untuk lepas dari kawalan ketat lawan.
Data singkat Safawi Rasid:
Tanggal Lahir: 5 Maret, 1997
Tempat lahir: Terengganu, Malaysia
Tinggi badan: 173 sentimeter
(Ramdani Bur)