JAKARTA - Pelatih Jepang, Masanaga Kageyama, mengungkapkan bahwa ada banyak perbedaan antara Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 dulu dan sekarang. Menurut Pelatih Jepang itu, yang membedakan Timnas Indonesia U-19 dulu dan sekarang ialah kepercayaan diri.
Pendapat dari Kageyama tersebut merujuk pada penampilan tim asuhan Indra Sjafri itu saat melawan Qatar dan juga Uni Emirat Arab (UEA). Pada dua pertandingan itu, Timnas Indonesia U-19 telah tampil sangat baik untuk mengejar ketinggalan ataupun mempertahankan keunggulan.
Baca Juga: Tiket Timnas Indonesia U-19 vs Jepang Hanya Dijual Secara Online
Sebagaimana diketahui, pada saat bentrok dengan Qatar, Timnas Indonesia U-19 sempat tertinggal 1-6 hingga pertengahan babak kedua. Akan tetapi, para pemain Indra Sjafri itu mampu mengejar defisit gol, hingga skor akhir berubah menjadi 5-6, meskipun Qatar masih meraih kemenangan.
Kemudian, saat melawan UEA Timnas Indonesia U-19 pun menghadaoi situasi yang tidak kalah pelik. Sebab, meskipun unggul satu gol atas UEA, berkat aksi Witan Sulaeman di babak pertama tetapi pada 45 menit kedua Timnas Indonesia U-19 harus bermain dengan 10 orang.
Pasalnya, Nurhidayat menerima kartu merah dari wasit pada menit-menit awal babak kedua. Kendati demikian, tim asuhan Indra Sjafri itu tetap mampu meraih kemenangan pada akhir pertandingan.
Hal itu yang dilihat Pelatih Jepang sebagai kelebihan Timnas Indonesia U-19 sekarang. Meskipin begitu, Pelatih Jepang tetap yakin pada kemampuan para pemainnya karena sudah tampil baik pada pertandingan-pertandingan sebelumnya.
"Para pemain (Jepang) sudah tampil sangat baik, tetapi besok adalah penentuan bagi kedua tim. Kami sudah pernah bermain lawan Timnas Indonesia U-19 pada Maret lalu, perbedaannya saat ini mereka (Timnas Indonesia U-19) punya kepercayaan diri lebih tinggi," ungkap Kageyama kepada para wartawan, Sabtu (27/10/2018).
"Seperti saat lawan Qatar, mereka tertinggal 1-6 tetapi bisa mengejar jadi 5-6 di akhir pertandingan. Kemudian, lawan UEA mereka bermain dengan 10 orang tetapi bisa meraih kemenangan," tutup Kageyama.
(Rivan Nasri Rachman)