Piala Dunia 1998 memang sedikit unik. Pasalnya, tuan rumah biasanya berada di Grup A. Namun, dalam gelaran tersebut Prancis justru berada di Grup C. Platini menerangkan bahwa pengundian tersebut sudah diatur oleh pihak penyelenggara, sehingga Brasil dan Prancis tidak akan berjumpa sebelum partai final. Menurutnya, saat itu final antara Prancis dan Brasil adalah yang paling dinantikan masyarakat dunia.
“Ketika kami mengatur jadwal, kami menggunakan tipuan kecil. Jika kami menjadi juara grup dan Brasil menjadi juara di grupnya, maka kami tidak akan bertemu sebelum pertandingan final. Ketika Anda menjadi tuan rumah, Anda bisa mendapat keuntungan dari hal-hal ini,” ungkap Platini, menukil dari Football Italia, Sabtu (19/5/2018).
“Kami tidak mengalami kerumitan mengatur Piala Dunia selama enam tahun untuk tidak terlibat dalam tipuan kecil. Apakah Anda pikir negara lain tidak melakukannya untuk Piala Dunia mereka? Anda pikir begitu? Prancis-Brasil di final Piala Dunia, itu adalah impian semua orang,” lanjutnya.
“Itu tidak sulit. Jika Prancis berada di Grup A dan Brasil di Grup L, Grup F, saya tidak tahu, jika mereka berdua menjadi juara grup, mereka tak akan bertemu, itu saja, itu sederhana,” tandas Platini.
(Fetra Hariandja)