Menurut Menpora, Egy mempunyai banyak modal selain kemampuannya dalam bermain sepak bola yaitu kemampuan berbahasa hingga emosi sebagai pemain bola. Bahkan, pihaknya menilai Egy melampaui umurnya.
"Saya rasa dia bisa bermain di klub yang dicita-citakan. Apalagi dia mempunyai modal besar," kata pria kelahiran Bangkalan Madura itu.
Orang nomor satu di Kemenpora itu mengaku hingga saat ini terus memantau perkembangan Egy Maulana Vikri. Pihaknya juga terus menunggu laporan dari manajemen yang selama ini mendampingi pemain yang mendapatkan julukan Messi dari Indonesia itu.
"Mungkin setelah sampai di Eropa nanti hasilnya dilaporkan ke saya karena mestinya saya juga diundang," kata Menpora sambil tersenyum.
Egy Maulana Vikri merupakan salah satu pemain sepak bola Indonesia yang prestasinya cukup gemilang. Atas prestasinya, pemain kelahiran Medan, 7 Juli 2000 banyak diminati oleh klub termasuk dari luar negeri. Di Timnas-pun langsung naik kelas ke U-23, padahal usianya masih 17 tahun. Sebelum bertolak ke Eropa, Egy juga menjalani pemusatan latihan bersama tim di bawah asuh Luis Milla yang dipersiapkan untuk menghadapi Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
(Ramdani Bur)