REAL Madrid merupakan salah satu klub top Eropa. Los Blancos –julukan Madrid– tercatat sebagai klub tersukses di Liga Spanyol dan Liga Champions. Beragam gelar yang diraih Madrid karena mereka memiliki manajemen tim yang baik.
Tidak sampai di situ, Madrid juga rutin mendatangkan pemain-pemain terbaik di hampir setiap bursa transfer. Akan tetapi, tak semua pemain yang didatangkan bersinar bersama Madrid. Bahkan ada beberapa pemain yang masuk kategori gagal sewaktu berseragam klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu. Siapa saja mereka?
Berikut 5 pembelian pemain yang ingin dilupakan Madrid, mengutip dari Sportskeeda:
5. Elvir Baljic
(Foto: AFP)
Pendukung Madrid banyak yang mengernyitkan dahi setelah tahu klub kesayangan mereka mendatangkan Elvir Baljic dari Fenerbahce pada bursa transfer musim panas 1999 senilai 15,6 juta euro atau sekira Rp262 miliar. Keraguan fans pun menjadi kenyataan.
Selama membela Madrid dalam kurun 1999-2002, pesepakbola berpaspor Bosnia-Herzegovina itu hanya tamil 19 kali. Alhasil pada musim panas 2002, Baljic yang beroperasi sebagai winger kiri dilepas ke Galatasaray.
4. Thomas Gravesen
(Foto: AFP/Javier Soriano)
Ketika Florentino Perez datang pertama kali memimpin pada 2000, Madrid identik dengan mendatangkan pemain bintang. Namun pada Januari 2005, Madrid membuat transfer pengecualian. Mereka menggaet gelandang Everton, Thomas Gravesen, yang sebenarnya tampil standar di Liga Inggris.
Benar saja, kehadiran Gravesen tak membuat prestasi Madrid terkerek. Sewaktu Gravesen membela Madrid pada paruh kedua 2004-2005 dan 2005-2006, Los Blancos gagal menjadi yang terbaik di Liga Spanyol. Malah setelah Gravesen pergi pada 2006, Madrid menjadi kampiun Liga Spanyol 2006-2007.
3. Julien Faubert
(Foto: AFP/Philippe Marcou)
Madrid meminjam Faubert dari West Ham pada Januari 2009. Saat itu tak ada yang menyangka Madrid mendaratkan Faubert yang bersama The Hammers tampil tak terlalu istimewa. Dari 121 penampilan bersama West Ham, Faubert hanya mencetak dua gol.
Sewaktu membela Madrid, Faubert lebih dekat dengan cap buruk. Ia sempat tertidur di bangku cadangan saat Madrid menghadapi Villarreal. Selain itu, Faubert juga sempat absen latihan karena mengira mendapatkan jatah libur. Selama membela Madrid, ia hanya tampil di dua pertandingan. Saat ini, Faubert membela Borneo FC untuk mengarungi Liga 1 2018.
2. Antonio Cassano
(Foto: AFP/Philippe Marcou)
Saat didatangkan Madrid dari AS Roma pada Januari 2006, Cassano baru berusia 24 tahun dan bisa dibilang salah satu pemain yang memiliki masa depan cerah. Akan tetapi selama efektif membela Madrid dalam kurun satu setengah tahun, Cassano hanya mencetak empat gol dari 29 penampilan.
Bahkan di sesi latihan, pemain yang dicap Bengal tersebut sempat terlibat perseteruan dengan sang pelatih, Fabio Capello. Alhasil pada musim panas 2007, Cassano dipinjamkan ke Sampdoria sebelum dijual secara permanen setahun berselang.
1. Jonathan Woodgate
(Foto: AFP/Philippe Desmazes)
Woodgate tiba di Madrid pada musim panas 2004. Ia digaet dari Newcastle United seharga 18,6 juta pounds atau sekira Rp312 miliar. Dipercaya akan membuat tembok kukuh dengan Ivan Helguera, mantan bek Tim Nasional (Timnas) Inggris itu justru sering terkena cedera.
Woodgate hanya dua musim membela Madrid dan mengemas 14 penampilan. Setelah dipinjamkan ke Middlesbrough pada 2006, ia dilepas secara permanen semusim setelahnya.