SEPAKBOLA selalu dianggap sebagai olahraga bagi kaum pria. Namun hal tersebut langsung dibantah oleh tiga wanita di bawah ini. Bagi ketiga wanita di bawah ini, sepakbola adalah tempat mereka mencari nafkah sekaligus menjadi penyaluran kemampuan kepandaian.
Tidak hanya itu, kehadiran ketiganya sangat dibutuhkan dalam setiap pertandingan sepakbola karena mereka bertiga berprofesi sebagai fisoterapis tim sepakbola. Tentu posisi tersebut menjadi suat hal yang sentral dalam tim ketika ada pemain yang mengalami cedera.
Berikut ini kami sajikan tiga nama fisioterapis wanita yang ada dalam dunia sepakbola. Terdapat satu nama besar dan dua lagi datang dari Asia Tenggara.
Eva Carneiro
Nama Eva Carneiro sudah tidak asing lagi bagi penggemar sepakbola khususnya penggemar Chelsea. Ia dianggap seabagai permata ditengah kerumunan para pria di ajang Premier League. Tidak jarang fans Chelsea menyanyikan lagu untuk mengelu-elukan namanya.
Eva yang baru saja melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya telah menjadi bagian dari Chelsea sejak 2009. Ia adalah lulusan Nothingham University dengan kebangsaan Inggris.
Namun sayang kariernya tidak berjalan mulus. Ia sempat diduga menjalin hubungan gelap dengan pemain Chelsea. Tidak hanya itu, terakhir ia sempat bersitegang dengan mantan pelatih Chelsea, Jose Mourinho. Akhirnya kariernya harus berakhir di Chelsea pada awal musim 2015-2016.
Nurhafizah Abu Sujad
Nurhafizah adalah dewi dari Timnas Singapura. Seperti yang diberitakan Goal, Rabu (27/1/2016), Nurhafizah awalnya memiliki keinginan untuk menjadi perawat rumah sakit. Namun cedera membuatnya menginginkan untuk menjadi fisioterapis.
Kariernya di dunia sepakbola bermula pada tahun 2011. Saat itu ia mendapat tawaran dari Yeo Hwee Koon yang akan menjadi fisioterapis untu Timnas Singapura di SEA Games. Hal tersebut terjadi karena Hwee Koon sedang berfokus dengan Timnas Senior.
Fortunella Levyana
Nama terakhir datang dari dalam negri khususnya Bandung. Ia adalah Fortunella Levyana. Saat ini ia baru saja bergabung dengan klub Persib Bandung setelah sebelumnya menjadi fisioterapis untuk tim PBR.
Ia diajak pelatih anyara Persib untuk mengawal para pemain di kompetisi ISC. Saat bergabung dengan Persib, ia mendapat sambutan hangat dari para bobotoh. Ia pung mengaku senang dengan sambutan tersebut.