MUNICH – Luka mendalam dirasakan Josep Guardiola, ketika ditanya mengenai masa lalu, terutama soal Barcelona. Menurut Pep, sesuatu yang menyakitkan melepaskan Barca dari kehidupan maupun kariernya sebagai pelatih.
Guardiola sempat menjabat sebagai entrenador tersukses yang dimiliki Barca. Tercatat ada 14 gelar yang diboyong Barca pada eranya. Namun pada 2012, dia cabut dari Camp Nou dan sempat cuti selama setahun sebagai pelatih.
Hal itu dilakukan sebagai upaya bagi Guardiola agar bisa meninggalkan Barcelona tanpa kesengsaraan. Meskipun ia menyatakan bahwa sempat stress ketika kepergiaannya yang tak bisa dihindari lagi.
"Meninggalkan Barcelona selalu menyakitkan, Anda tidak bisa meninggalkan Barcelona tanpa luka. Saya meninggalkan klub karena saya lelah. Itu bukan kesalahan siapa pun. Tapi emang sudah waktunya,” tegasnya.
Setahun berjalan, kemudian Guardiola memutuskan untuk menerima tawaran Bayern Munich. Namun dia mengakui, tahun pertamanya bersama Die Roten menjadi tugas berat, ketika pelatih Bayern sebelumnya, Jupp Heynckes mewarisi treble winner, Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Champions.
"Tekanan bukan untuk menang, tapi untuk mempertahankan itu. (Vicente) Del Bosque pernah mengatakan kepada saya, kami berpikir tentang para pemain dan mereka menganggap diri mereka itu sebagai pemain. Tim ini seperti sebuah orkestra di mana setiap orang harus menerima peran. Tantangan utamanya adalah untuk mengelola ego,” tuntasnya.
(A. Firdaus)