MADRID – Tiga kali berturut-turut, Real Madrid terpeleset di pentas domestik. Mahal harga yang mereka harus bayar – lepasnya asa raihan trofi La Liga. Defensor senior Sergio Ramos berharap satu titel tersisa di panggung Eropa tak berujung kisah pilu yang sama buat mereka.
La Décima. Target ini sudah sejak awal diusungkan El Real musim panas lalu. Namun masalahnya, belakangan mereka tak menuai modal baik di kancah liga dan bisa jadi, memengaruhi permainan mereka pula di laga final Liga Champions kontra tim sekota, Atlético Madrid, akhir bulan ini (25/5/2014).
Sejak tampil superior atas juara bertahan Bayern Munich di dua laga semifinal, Madrid mengalami penurunan grafik prestasi yang drastis. Mereka mencatatkan hattrick tren minor – torehan hattrick yang tentunya tak bisa dibanggakan ketika meladeni Valencia, Real Valladolid dan Celta de Vigo dini hari kemarin.
“Setelah musim yang hebat di kompetisi ini, tim tak mampu konsisten dan kami melepaskan (gelar) La Liga dengan cara yang buruk,” ungkap Ramos, sebagaimana dilansir TheNational, Selasa (13/5/2014).
Memang buruknya penampilan Los Blancos belakangan tak lepas dari absennya sejumlah pilar vital mereka macam Cristiano Ronaldo, Ángel di María dan Gareth Bale. Pun begitu, Ramos enggan menjadikan faktor cedera tersebut sebagai alasan atau kambing hitam.
“Kami tak boleh protes (terhadap situasi cedera) atau membiarkan kami kecewa berat. Kami harus bangkit dan sekarang, sudah waktunya memikirkan final Liga Champions,” lanjut kapten kedua Madrid itu.
“Kami harus bisa kritis dan introspeksi diri. Kami masih punya waktu untuk merefleksikan penampilan dan saling bicara satu sama lain. (Tren buruk) ini tak boleh terulang di final karena jika begitu, kami akan kalah,” tuntas Ramos.
(Randy Wirayudha)