GIANYAR – Menpora Roy Surya mendukung gagasan pembangunan stadion bertaraf internasional terbesar kedua di Indonesia yang akan dibangun di Bali. Dukungan Roy disampaikan di sela kunjungannya di Stadion Kapten Wayan Dipta di Kabupaten Gianyar yang mangkrak balasan tahun.
Menurut Roy, pembangunan stadion bertaraf internasional di Bali merupakan mimpi pemerintah pusat dan masyarakat Bali sejak lama.
"Dahulu saya dengar, Bali ingin membangun stadion sepak bola bertaraf internasional, terbesar nomor dua di Indonesia setelah GBK dengan kapasitas 80 ribu orang," ujarnya di Gianyar, Minggu (7/4/2013).
Stadion impian yang sudah digadang-gadang itu bernama Stadion Bali Wangi, namun hingga kini belum juga mampu direalisasikan. Saat ini, gagasan itu terus menggelinding bahkan pemerintah daerah tengah mencari lokasi yang tepat.
"Prinsipnya, pemerintah mendukung stadion bertaraf internasional dibangun di Bali. Soal lahan persisnya di mana, tinggal tunggu kesiapan pemerintah daerah," katanya didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta dan Bupati Gianyar, Anak Agung Baratha.
Guna mewujudkan gagasan itu, perlu kerja sama pemerintah pusat dan daerah termasuk perjuangan para wakil rakyat. Sebagai daerah wisata dunia, Bali penting dan layak membuat sebuah stadion bertaraf internasional.
Hanya saja, karena saat ini sudah ada stadion yang sudah terbangun berkapasitas 25 ribu penonton kondisinya kurang bagus, Menpora meminta pemerintah daerah untuk lebih fokus mendandani stadion tersebut agar bisa berfungsi dengan baik.
"Sekarang yang penting, merevitalisasi bangunan yang sudah ada bagaimana Stadion Kapten Wayan Dipta bisa digunakan kembali oleh klub-klub besar yang pernah lahir seperti Persegi," tandas politisi Partai Demokrat ini.
Khusus untuk stadion Kapten Wayan Dipta yang kini terbengkalai semasa Bupati Gianyar Cokorda Suryawan, Menpora berharap agar dilakukan pembenahan mulai saran dan prasarana sehingga bisa layak pakai.
Pembenahan mulai ruang-ruang dalam untuk pemain, tribun, pintu utama, dan pintu kecil pendukung hingga kualitas lapangan yang perlu ditingkatkan dengan rumput sintetis.
Di pihak lain, Made perlahan mulai membangun jaringan dengan klub-klub besar di Eropa seperti Inggris.
"Lima hari ke depan ini saya akan berangkat ke Manchester. Di sana saya akan belajar banyak tentang manajemen sepakbola," tukasnya.
Dia juga menegaskan, suatu saat, jika pembangunan stadion bertaraf internasional itu benar-benar bisa diwujudkan maka akan banyak kegiatan internasional bisa digelar di Pulau Dewata termasuk mendatangan klub-klub dan bintang sepakbola dunia bermain di Bali.
(A. Firdaus)